-->

Selamat Datang di Guru Ngeblog

My Photo

.

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya seseorang hanya mendapatkan apa yang dia niatkan ” Muttafaqun 'Alaih

About Me

Perkenalkan, saya Muhammad Subkhan, pendidik yang juga menekuni tulis menulis di dunia blogging, berumur hampir 50 tahun, tidak seperti blogger pada umumnya yang didominasi anak muda.

Mencintai blogging berawal dari keinginan membuat materi belajar online melalui blog kepada siswa saya di tahun 2015. Sempat mengelola beberapa blog namun akibat penurunan pengunjung saat ini memutuskan untuk hanya mengupdate artikel di dua blog saja termasuk blog ini.

Kesibukan mengajar dan tuntutan artikel lebih original dan berkualitas butuh waktu lebih lama menjadi bagian alasannya. Sejak badai algoritma Google diawal 2020 dan ketatnya persaingan akibat kata kunci blog personal banyak yang sudah direbut oleh situs besar, saat ini menjadi hikmah bagi saya bahwa ngeblog lebih kepada menyalurkan hobi menulis semata.

.

--------------------ooOoo----------------------

.

Review Bibit Mentimun Mercy F1 Panah Merah Urban Farming

Review Bibit Mentimun Mercy F1 Panah Merah Urban Farming

Menanam mentimun merupakan salah satu tanaman sayuran kesukaan saya karena dari sekian banyak sayuran buah, mentimun merupakan buah yang langsung bisa dimakan begitu saja atau bisa dimakan sebagai lalapan. salah satu kesuksesan penanaman timun selain intensifitas perawatannya juga disebabkan karena pemilihan benihnya.

Review Bibit Mentimun Mercy F1 Panah Merah Urban Farming

Paket benih urban farming panah merah selalu menjadi incaran disaat pertanian diperkotaan menjadi tren akhir akhir ini. Dengan harga lebih murah dan ekonomis dari paket biasa, paket urban farming selalu menjadi incaran pertanian perkotaan. Dengan isi kemasan lebih sedikit sehingga membuat bibit tidak mubazir jika sudah sampai masa kadaluwarsa. Paket urban farming sangat cocok untuk pertanian lahan sempit dan hidroponik .

Saya juga tidak ketinggalan mencoba berbagai jenis produk Panah Merah termasuk mentimun dengan jenis Mercy F1. Saya memulai menanan dimasa akhir musim penghujan dan saat ini sudah berumur 2 bulan dan sudah memetik hasilnya. Tanaman cukup subur ditanah pasir berlempung walaupun disaat musim kemarau dengan interval 2 -3 hari disiram. Naungan juga sering mengganggu pencahayaan dipenanaman lahan sempit, namun pertumbuhan juga masih maksimal. Demikian juga mentimun mercy F1 ini masih toleran dengan jarak tanam yang lebih diperpadat sedikit dari jarak biasanya.

Beberapa kekurangan yang mungkin disebabkan oleh perawatan atau dari benihnya adalah beberapa tanaman menghasilkan bunga jantan sangat banyak dan hanya beberapa menghasilkan bunga betina untuk menjadi bakal buah. Namun hal ini tidak terjadi pada semua batang dari 20 batang yang saya tanam hanya 3 batang yang menghasilkan bunga jantan berlebihan. Batang timun juga sangat baik tumbuh di bedengan yang kurang sempurna, tanpa mulsa dan hanya di sekitar batang yang ditinggikan. 

Sampai berumur 2 bulan, saya hanya menyemprotnya hanya sekali dengan obat semprot karena beberapa bagian daun ada yang diserang ulat. Sampai saat ini tidak lagi diserang hama. Saya tidak tahu hal ini karena pangaruh bibit atau karena lokasi penanaman terlindung tembok keliling .

Pemupukankan yang saya lakukan juga kurang sempurna, hanya 2 kali saya pupuk disaat 14 hst dan 30 hst dengan pupuk NPK Mutiara 16 16 16 sistem kocor dengan ukuran 2 sendok makan untuk 1 gembor (kurang lebih 10 liter)

Rasa buah timun yang renyah dengan warna yang lebih cerah menurut saya lebih enak. Bahkan dibagian ujung buah juga tidak terasa pahit seperti layaknya timun pada umumnya. 

Isi benih perkemasan berjumlah 50 biji dan dari 20 benih yang saya tanam 18 biji yang tumbuh dan karena beberapa batang diserang bekicot waktu masih kecil, hanya 15 batang yang berkembang sampai besar menghasilkan buah.

Demikian review bibit tanaman  kali ini dan saya akan mereview benih tanaman urban farming untuk tanaman tanaman yang lain.


Advertisement

Artikel Menarik Lainnya :

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar