Selamat Datang di Guru Ngeblog

My Photo
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya seseorang hanya mendapatkan apa yang dia niatkan ” Muttafaqun 'Alaih

About Me

Perkenalkan, saya Muhammad Subkhan, pendidik yang juga menekuni tulis menulis di dunia blogging, berumur hampir setengah abad tidak seperti blogger pada umumnya yang didominasi anak muda. Berawal dari keinginan membuat materi belajar online melalui blog kepada siswa saya di tahun 2015, akhirnya membuat beberapa blog dengan niche yang berbeda dengan dunia saya untuk mendapatkan hak sebagai penayang iklan milik Google. Alhamdulillah awalnya tidak ada masalah namun seiring berjalannya waktu, google memberikan pengetatan mitranya sehingga hanya blog yang dianggap memenuhi persyaratan yang bisa bertahan. Saat ini hanya satu blog yang masih saya kelola walaupun pengunjung tidak seramai dulu akibat update algoritma 2020. Selain itu persaingan kata kunci yang dulu menjadi domain personal blog kini sudah direbut oleh situs situs besar sehingga blog kecil tidak lagi mempu bersaing di mesin pencarian. Itulah mengapa beberapa blogger menganggap dunia blogging saat ini tidak menjanjikan lagi. Oleh karena itu tidak ada cara lain untuk melawan gerusan ini kecuali dengan membranding blog kita sendiri untuk lebih fokus dalam segala hal. Khan.web.id lahir atas semangat dan keinginan itu walaupun bukan menjadi blog utama atau Adsense.

Social media

Serunya Menjadi Guru Di Era Digital

Yakin kamu gak pernah punya pengalaman di era digital ? Saya gak yakin nih. Coba contoh sederhana saat ini kamu lagi santai duduk di kursi sambil nonton TV, ada digital tool dan digital teknologi yang lagi kamu nikmati. Ada siaran TV digital yang lagi kamu tonton dengan menggunakan  tombol digital . Itu salah satu contoh bahwa setiap detik selam 24 jam kita selalu berinteraksi dengan dunia digital. Nah, dari contoh diatas, saya yakin kamu pasti punya cerita sendiri serunya hidup di era digital.

Jika dihubungkan dengan definisinya, menurut kamus bahasa Indonesia “digital” berarti berhubungan dengan angka angka untuk sistem perhitungan tertentu. Sedangkan wikipedia mendefinisikan sebagai sebagai era globalisasi. Berarti menurut saya memahami era digital secara harfiah merupakan zaman atau saat dimana semua sistem peralatan yang diterapkan menggunakan display angka/huruf digital. Namun secara luas merupakan gambaran saat ini dimana kemajuan teknologi yang merambah ke seluruh aspek kehidupan manusia dengan segala kemudahan dan kecanggihannya. Berbagai gambaran inilah muncul istilah yang menyertainya seperti era millenium/ millenial atau yang saat ini lagi ngtren  seperti  jaman now. Bahkan kemudahan dan kecanggihan era digital menjadikan setiap individu saling terhubung baik dimanapun dan kapanpun bahkan berkomunikasi tanpa batas secara real time dengan memanfaatkan internet dan kecanggihan teknologi terbaru lainnya.


Nah, pada tulisan kali ini, saya akan berbagi pengalaman di era digital ini terutama yang berhubungan dengan profesi saya sebagai guru . Saya akan berbagi dalam dua segmen tulisan yaitu pengalaman sebagai guru dan sebagai blogger. Penasaran ? Ikuti selengkapnya cerita saya.

Jika kamu bertanya apasih hebatnya era digital ini bagi seorang guru ? jawabnya  memang itulah tujuan yang akan dicapai dalam dunia pendidikan, melek teknologi dan nggak gaptek. Bahkan pendidikan diharapkan bisa menjadi motor penggerak bagi perkembangan teknologi melalui berbagai program pendidikan seperti digitalisasi sekolah, internet sekolah, laboratorium multimedia dan lain lain. 

Bagi saya era digital akan sangat membantu dan mempermudah kebutuhan kegiatan pembelajaran. Memahami sebuah materi pembelajaran saat ini sangat diuntungkan oleh sistem pembelajaran berbasis teknologi. Setidaknya ada 2 hal yang sangat membantu saya dalam kegiatan pembelajaran dari sisi ini :

1. Mencari sumber belajar relevan


Mungkin Bapak/Ibu guru yang masih mengalami mengajar pada kurikulum CBSA atau kurukulum 1994 masih ingat bahwa Buku Paket dan Guru hanya bisa menjadi sumber belajar bagi siswa. Sumber belajar yang sangat terbatas inilah membuat output/ hasilnya juga terbatas. Namun setelah berkembangnya internet, kemajuan dunia pendidikan sangat luar biasa. Bagi saya sendiri melalui internet saya bisa mempersiapkan materi belajar berbentuk audio visual yang berhubungan dengan pokok bahasan. Sebagai guru bahasa Inggris saya sangat membutuhkan berbagai materi visual untuk mempersiapkan peserta didik membangun situasi riil berbahasa inggris. Tidak itu saja kemudahan mencari informasi yang sesuai dengan pokok bahasan hanya dalam hitungan detik. Jutaan situs internet yang menyediakan informasi relevan bisa diakses melalui mesin pencarian, tinggal pilih mana yang terbaik. Bahkan saya sendiri telah memanfaatkan blog sebagai sarana untuk menyiapkan materi pembelajaran sebagai sumber belajar yang bisa diakses oleh siswa kapanpun dan dimanapun ia ingin belajar. Yang membuat lebih gairah dalam mempersiapkannya ternyata cara membuat blog bisa diciptakan hanya dalam hitungan menit baik di platform blogger maupun wordpress.

Kurikulum 2013 memberikan ruang selebar lebarnya bagi kreatifitas guru maupun siswa terutama dalam menggunakan kemajuan teknologi digital. Sehingga selain sumber belajar yang didapat dari guru, siswa juga secara mandiri bisa mengakses internet untuk membangun ide, kreasi dan gagasan sendiri dari pertanyaan pertanyaan yang tidak terjawab oleh sumber belajar dari guru. Disinilah pentingnya peran guru yang tidak lagi menjadi satu satunya sumber belajar. Sehingga fungsi guru saat ini bermetamorfosa menjadi pengarah, motivator bahkan menjadi inspirator dalam kelas. Kesiapan ini juga yang harus saya lakukan sebagai kebutuhan untuk membangun profesionalitas sebagai guru. Dengan internet saya bisa tahu bagaimana hakikat menjadi seorang guru saat ini. Tantangan tantangan yang tidak mudah ini bisa terpecahkan dengan jangkauan sosial media. Para guru yang saling berbagi keluh kesah dalam wadah bisa dirasakan oleh guru lainnya. Bahkan ajang ini juga bisa menjadi forum silaturahmi online yang sangat penting untuk menjawab masalah maslah pribadi pada guru maupun masalah bersama yang berhubungan dengan profesi maupun administrasi. Keseruan ini harganya mahal, namun bisa didapatkan secara gratis di era digital ini.
   

2. Penyediaan sarana belajar multimedia


Masih ingat gak sih istilah CBSA diplesetkan dengan catat buku sampai akhir ?, ya itu dulu karena guru tidak punya pilihan lain untuk menyajikan materi belajar. Sekarang dengan peralatan digital, guru bisa membuat pembelajaran yang sangat menarik dan interaktif sehingga siswa bisa dengan mudah memahaminya. Laptop dan Proyektor sebagai sarana pembelajaran utama di era digital ini, keberadaannya bisa menjadi tulang punggung dalam kegiatan pembelajaran mulai dari menyaji, presentasi, interaksi dan konklusi semuanya bisa menambah kemudahan penyampaan. Dilokasi sekolah terpencil seperti sekolah saya saat ini juga tidak lepas dari penggunaan kedua sarana tersebut. Bahkan guru diharuskan mempunyai laptop sendiri dan harus mampu mengoperasikannya dengan baik.  

Selain sarana dan prasarana berbentuk fisik, diera digital guru juga harus mengenal perangkat lunak atau software. Walaupun saya belum mampu menciptakan aplikasi sendiri baik berplatform windows maupun Android, setidaknya keseruan untuk memilih dan mengoperasikan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan mengajar menjadi prioritas utama. Bayangkan jika hari gini guru gak bisa ngetik soal di Microsoft Word, menghitung nilai siswa menggunakan Microsoft Excel dan membuat Media Pembelajaran di Microsoft Power Point, rasanya nggak seru. Karena disinilah letak kemudahan itu jika mampu mengoperasikannya walaupun hanya dengan 3 aplikasi tersebut. 

Poin ke dua adalah pengalaman sebagai blogger. Catatan panjang bagaimana membangun blog dengan artikel artikel bisa meraih posisi satu adalah ujian berat. Jatuh bangun menjadi mitra periklanan Google juga menjadi tantangan tersendiri untuk mendapatkan penghasilan. Namun ternyata menulis tidak hanya melulu diukur dengan uang. Banyak blogger sukses juga tidak hanya berorientasi kepada penghasilan. Kepuasan menyalurkan hobi adalah pertimbangan utama. Di Blogger adalah situs tempat berlabuh saya untuk menyalurkan tulisan. Situs besutan google ini juga yang membawa saya jatuh cinta pada dunia maya. Menulis yang diawalnya menjadi kegemaran saya, bisa terakomodir melalui blog. Keseruan ini bertambah manakala Domainesia mengadakan lomba blog di ulang tahunnya yang ke 9.

Kesimpulan :


Semua profesi saat ini tidak lepas dari pengaruh modernisasi dan globalisasi. Kamu gak bisa menghindarinya namun harus dihadapi. Menghadapi tantangan era digital selain harus bisa memanfaatkan semaksimal mungkin untuk kualitas diri dan kehidupan kita juga mampu membuang pengaruh negatif yang ada didalamnya, karena disana banyak manusia yang gagal karena teknologi bahkan menjadi korbannya. Gak semua orang bisa sukses di era ini. Dengan memanfaatkan teknologi di era digital ini dengan benar baik system maupun perangkat , disini letak keseruaan itu. 

Liburan Seru Di Rumah, Begini Caranya

Covid-19 meluas menuntut kita untuk selalu stay dirumah seperti belajar dirumah, bekerja dari rumah dan ibadah di rumah. Nah, selain berbagai aktifitas diatas, kita juga ingin menghibur diri disaat waktu luang, akhir pekan atau saat hari libur. Karena liburan tidak harus identik dengan pergi ke luar rumah atau tempat wisata. Dengan hanya berada dirumah bersama keluarga takkan kalah seru dengan Anda berada ditempat liburan. Yang penting bisa menciptakan suasana kehangatan bersama keluarga berkumpul bersama menikmati hiburan atau melakukan kegiatan yang menciptakan suasana baru. Setidaknya  hari hari yang biasanya menyita rutinitas kesibukan dan kepenatan bisa menjadi rileks dan menyenangkan dengan melakukan aktifitas menyenangkan di dalam rumah atau diluar rumah. Apalagi saat ini banyak kejadian bencana alam seperti tanah longsor, banjir, tsunami, gempa bumi, angin puting beliung yang bisa mengganggu keseruan liburan di tempat tempat wisata.

Liburan Seru Di Rumah, Begini Caranya


Anda bisa menjadwal kegiatan sesuai dengan lama liburan. Mulai dari H1 sampai H terakhir termasuk jam berapa dimulai dan selesainya. Bisa juga mengajak keluarga lain atau tetangga untuk membuat kegiatan yang bersifat kebersamaan seperti gotong royong membersihkan lingkungan, atau sekedar nobar saat malam tahun baru dan kegiatan lainnya.

Pokoknya ciptakan ide ide kreatif dan segar agar rutinitas yang biasa kita lakukan bisa untuk sementara dilupakan karena dengan cara ini saat nanti selesai libur dan masuk rutinitas kembali akan lebih fresh dan meningkatkan semangat dan motovasi dalam bekerja, belajar atau kegiatan rutinitas lainnya.

Di artikel ini setidaknya ada 7 kegiatan yang sangat bermanfaat untuk mengisi liburan di rumah, berikut diantaranya :

1. Nonton film, Karaoke 

Menghilangkan rasa penat dan menciptakan kebersamaan yang pertama adalah dengan nonton film atau menyanyi karaoke. Jika ada beberapa anggota keluarga yang kurang suka menanyi lebih baik dengan menonton film. Film yang ditonton juga tidak sembarangan film, pilihlah film bioskop yang menciptakan kebersamaan keluarga atau film action komedi dan film petualangan . Tidak harus film film baru, film film lama juga banyak yang bagus untuk menghibur diri Beberapa film yang cocok untuk mengisi liburan seperti Jumanji, Cool Running, Alice In Wonderland, Flubber, Jurrasic Park, Into The Wild, 127 Hours dan banyak lagi.

2. Menulis/ Membaca buku

Keluarga Anda penggemar menulis atau membaca buku ?, sediakan waktu santai untuk melakukan aktifitas ini. Anda tidak harus melakukannya di ruang baca, bisa dilakukan di teras atau space outdoor agar suasana liburan juga terasa. Jika ada saung yang anda bangun di belakang rumah, jauh lebih baik bahkan bisa Anda selingi dengan kegiatan kegiatan lainnya.

3. Bikin proyek

Saat Anda lagi sibuk rutinitas mungkin sempat terpikir ingin menyelesaikan sebuah proyek bersama keluarga seperti bikin blog atau situs, programming, eksperimen dan lain lain. Nah, saat liburan adalah waktu paling tepat untuk menyelesaikannya. Ciptakan kelompok kerja agar masing masing anggota keluarga punya tugas sendiri sendiri. Keseruan akan terasa saat saling komunikasi, membangun kerjasama atau mungkin ada kesalahan kesalahan yang membuat semakin asyik .

4. Mengaji / Mengkaji ilmu Agama/ Sholat berjama'ah

Saat menjalankan rutinitas mungkin tak ada kesempatan untuk membaca tafsir Qur'an atau berzikir bahkan membaca Qur'an khatam 30 Juz. Di saat liburan ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan ini semua untuk mengumpulkan pundi pundi amal sholeh. Anda bisa lakukan tidak harus ditempat biasa , bisa juga di tempat lain yang sepi namun bisa lebih santai. Jika Anda ingin membuat seperti tadarrus, ada yang membaca ada juga yang menyimak, persiapkan waktu yang tepat untuk melakukannya , buat jadwal berapa jam setiap hari dilaksanakan.

Selain itu jika saat menjalankan rutinitas Anda jarang melaksanakan sholat secara berjama'ah, saat libur adalah waktu yang tepat untuk menjalankan sholat berjama'ah apalagi jika domisili Anda terjangkau dengan jalan kaki menuju Masjid atau musholla, Anda bisa mengajak anggota keluarga untuk selalu sholat berjama'ah di masjid.

5. Memasak

Biasanya kegiatan yang satu ini paling lumrah dilakukan. Untuk membuat kebersamaan Anda bisa buat list pekerjaan masak bersama setiap harinya, atau menjadwal siapa yang menjadi koki utama hari ini. Semua akhirnya mendapat giliran baik bapak, Ibu, dan anak anak. Koki utama harus bisa mengatur anak buahnya apa yang harus dilakukan, enak atau tidak hasil masakan koki utama yang nantinya punya tanggung jawab. Keseruan akan tambah terasa saat kegiatan memasak bahkan saat menikmati masakan di meja makan.

6. Berkebun

Jika Anda punya sisa lahan di belakang rumah alangkah baiknya waktu liburan untuk berkebun bersama keluarga. Anda bisa menanan tanaman apa saja yang cocok untuk cocok tanam di daerah anda, membersihkkannya dari rumput rumput liar. Bahkan setelah bersih Anda juga bisa bikin semacam tempat berkemah di kebun atau bikin saung sederhana untuk kegiatan outdoor.

7. Bermain / Berolahraga

Diurutan terakhir ini permainan yang baik menurut saya adalah permainan yang menciptakan gerakan sekaligus untuk berolah raga bukan bermain Playgame, video games yang justru bisa membuat kecanduan dan melupakan waktu. Anda bisa bermain karet atau lompat tali, bulu tangkis, senam pagi dengan musik atau permainan yang menciptakan gerakan  lainnya yang bersifat menjalin kebersamaan.

Dengan menikmati keasyikan ketujuh kegiatan diatas saya yakin Anda akan sangat menikmati liburan dan takkan kalah dengan liburan liburan di luar daerah atau di luar negeri yang bisa menghabiskan banyak uang. Anda cukup dengan berada di rumah tidak mengeluarkan dana sama sekali bisa membawa keluarga senang dan terhibur untuk sekedar melupakan kepenatan ajkan rutinitas setiap hari.

Masjid Al Osmani : Bukti Jejak Melayu Deli Di Medan Utara


Mengawali tulisan pertama diblog khan.web.id, saya merasa ada sesuatu budaya lokal warisan leluhur yang saat ini hampir ditinggalkan. Dialah Melayu Deli, Salah satu cikal bakal keberadaan melayu di Medan. Bahkan kebesaran kota Medan saat ini tidak lepas dari kebesaran Melayu Deli dimasa lampau. Oleh karena itu sebagai salah satu penghuni wilayah medan utara selama hampir 30 tahun sangat terasa bahwa berbagai lambang budaya lokal melayu deliseperti bahasa (cakap), adat istiadat,bangunan peninggalan sudah tergusur dengan hiruk pikuk modernisasi dan perkembangan kota Medan.

Menjejakkan kaki di Medan Utara sebuah wilayah pesisir timur laut pusat kota Medan membentang 3 kecamatan yaitu kecamatan Medan Labuhan, Medan Belawan dan Medan Marelan. Bagi masyarakat Kota Medan julukan Medan utara belakangan menjadi terkenal karena kota pinggiran ini identik dengan ketimpangan kemajuan pembangunan dengan kawasan pusat kota.
Jejak melayu deli di medan utara sesungguhnya merupakan bagian kecil dari luasnya kejayaan melayu jaman dulu yang membentang luas di pesisir timur pulau sumatera, pesisir barat kalimantan dan bahkan Malaysia, Singapura dan Thailand Selatan.

Saat Anda berkunjung ke medan Utara, ada satu bangunan bersejarah peninggalan kejayaan melayu masa di Medan utara yang sudah terkenal se antero nusantara yaitu Masjid Al Osmani.
Bagi siapapun yang tinggal di Medan Utara termasuk saya jika ditanya peninggalan bangunan sejarah melayu di Medan Utara ya Masjid Al Oesmani. Sebuah bangunan masjid megah yang berdiri tegak diantara bangunan bangunan peninggalan Cina seperti wihara yang persis berhadap hadapan dan bangunan bangunan cina yang sudah usang yang berjejer disepanjang jalan pasar pagi (Pajak Pagi) Medan Labuhan. Masjid Al Osmani berada persis di tepi jalan Kolonel Yos Sudarso, Medan - Belawan km 18, tepatnya di kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan.

Dari beberapa literasi di wikipedia yang saya baca, bahwa Masjid Al Oesmani dibangun jauh lebih lama daripada Masjid Raya Almashun. Awal bangunan semi permanen (dari kayu) mulai dibangun pada tahun 1854 oleh Raja Deli ke-7 yaitu Sultan Osman Perkasa Alam.Lalu pada tahun 1870 -1872 oleh putra Sultan Osman ( Sultan Mahmud Perkasa Alam) dibuat permanen. Sedangkan Masjid Al Mashun sebagai ikon kota Medan baru dibangun pada tahun 1906. Masjid Al Osmani merupakan masjid tertua dikota Medan yang di Arsiteki oleh GD Langereis dari jerman. Bangunan masjid al Osmani telah mengalami bebebrapa pemugaran dan pelebaran , namun tidak mengubah arsitektur aslinya. Seperti gambar diatas bentuk kubah pada bangunan permanen pertama dengan kubah saat ini tidak tampak perubahannya.

Ciri kubah masjid Al Oesmani adalah berwarna hitam sampai saat ini, sedangkan saat memasuki kawasan bagian dalam masjid, ornamen dan  interiornya mengingatkan kita pada bangunan bangunan megah di eropa tempoe doeloe. Namun keunikan bangunan ini merupakan kombinasi campuran 3 arsitektur Eropa, India dan Cina. Ornamen ini pula yang digunakan arsitektur untuk membangun Istana Maimun. Selain itu di sisi depan , kiri dan kanan juga terdapat makam makam raja raja melayu termasuk pendiri Masjid Al Osmani sendiri, Sultan Osman Perkasa Alam.

Saat libur kerja, saya sempatkan untuk sholat Jum'at di masjid ini bahkan saat sholat hari Raya selalu bersama keluarga untuk sholat Ied disini. Masjid yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya kota Medan bisa mampu menampung 1000 jama'ah.

Motivasi Terhebat : Ku Jemput Kamu Setelah Aku Sukses

Banyak kisah menginspirasi orang orang hebat berawal dari sepatah kata yang bisa diingat sumur hidupnya. Salah satunya adalah ungkapan Ku Jemput Kamu Setelah aku Sukses. Ucapan ini sangat mengena pada diri seseorang yang ingin berpisah atau pergi jauh untuk jangka waktu lama dan kembali bertemu dengan orang tersebut setelah sukses untuk menepati janjinya. Ucapan diatas sangat berhubungan erat dengan ikatan janji setia pasangan yang ingin meraih masa depan namun kenyataan berkata lain. Impian yang di rajut tidak sesuai kenyataan sehinggan butuh waktu untuk sukses atau kaya untuk kembali lagi  Banyak perasaan yang membalut dan menyelimuti situasi perkataan diatas seperti rasa cinta, rindu, haru, sedih, bangga dan lain lain.


Namun di artikel ini saya tidak membahas berbagai kisah dengan ungkapan perkataan tersebut, namun ingin mengeksplore bagaimana semangat yang yang ditimbulkan oleh orang yang pergi meninggalkan kekasihnya untuk memotivasi diri dalam meraih kesuksesan. Sudah tentu gelombang semangat seperti ini jauh lebih memotivasi menurut saya ketimbang sekedar orang merantau hanya untuk mencari kesuksesan tanpa ada ungkapan seperti diatas yang pernah diucapkannya. Meraih kehidupan bahagia bersama pasangan yang dicintai dengan penghasilan dan profesi yang pasti jauh lebih diidam idamkan ketimbang hanya meraih kesuksesan saja tanpa ada tindakan kelanjutannya.

Ucapan janji ini akan selalu teringat dan terngiang disaat kapanpun dan dimanapun. Kekuatan cinta akan mengikat janji tersebut membuat setiap aktifitas hari demi hari diperantauan akan memperkuat semangatnya dalam mencari pekerjaan, merintis usaha atau merajut profesi yang digelutinya. Kekuatan ini pula akan terus diuji apakah akan luntur bersama waktu berlalu ataukah justru bertambah kuat dengan semakin dekatnya impian dengan kenyataan. Suka, duka dan kenyataan yang terjadi adalah menjadi tantangan apakah akan berubah haluan di tanah rantau atau tidak karena apapun bisa terjadi. Jalan panjang terus berliku apapun bisa terjadi seiring dengan riak gelombang. Jika kuat diterjang ombak, kapal akan membawa banyak ikan dan pada saatnya akan kembali dengan selamat, namun jika tidak kapal akan karam dan hidup akan terus berjalan mencari kemungkinan terbaik untuk dilaluinya.

Jika anda suatu saat mengalami sendiri situasi seperti ini, janji kuat itu saya yakin akan terus membuat hidup lebih bergairah, bersemangat untuk menjalani segala aktifitas setaiap hari. Rencana yang selama ini disusun, hari demi hari akan terus di evaluasi adakah progres peningkatannya ataukah justru akan bertambah menurun. Disaat turun atau kurang bersemangat pun tidak akan melunturkan aktifitas berusaha karena ulah janji setia sampai pada saat nantinya kesuksesan benar benar diraih.

Bagi saya motivasi terhebat tidak cukup sampai disitu. Berkaca dari kisah Siti Nurbaya. Walaupun Syamsul Bahri akhirnya berhasil mendapatkan kebahagiaan bersama Siti Nurbaya, pada akhirnya mereka juga akan berpisah karena berbagai hal masalah yang menderanya. Sesuatu yang sudah diidam idamkan sejak lama dan sudah digenggam ditangan namun karena sesuatu hal genggaman akan terlepas dan takkan teraih kembali.

Anda mungkin bisa bertahan jika pada saat niantinya anda tidak sukses dan tidak mampu menjemput kekasihmu, namun bisakah anda bertahan jika suatu saat nanti kamu sudah berhasil menjemput kekasihmu namun nasib berkata lain. Kenyataan baru yang akan membuat kamu tidak bisa menjemput kekasihmu selamanya. Adakah motivasi terhebat yang bisa menggenggam situasi ini, silahkan bercerita di komentar.

Benarkah Pembelajaran Tuntas Merugikan Siswa Pintar ?

Belajar Tuntas (Mastery Learning) merupakan metode atau filosofi belajar yang menempatkan semua siswa pada dasarnya mampu menguasai pembelajaran asalkan diberikan kesempatan dan waktu yang dibutuhkan. Karena dalam memahami pembelajaran masing masing individu mempunyai kecepatan memahami pembelajaran yang berbeda beda, maka kunci keberhasilan belajar tuntas adalah pada alokasi waktu. Hal inilah yang menjadi  kelemahannya karena siswa pintar atau yang memahami pembelajaran lebih cepat harus menunggu temannya yang menguasai pembelajaran lebih lama. Prinsip yang dianut materi pembelajaran belum bisa dilanjutkan kalau semua siswa belum menuntaskan materi sebelumnya ini juga yang akan merepotkan guru, disatu sisi harus menuntun yang sudah lari jauh dan disisi lain harus menjemput kebelakang untuk menariknya agar lari lebih cepat.


Nah, apapun kelebihan dan kekurangannya belajar tuntas sudah menjadi pilihan pemerintah yang diadopsi untuk diterapkan pada kurikulum 2013 karena berbagai manfaat fantastis bagi siswa dan kemudahan mengembangkan kejelasan materi bagi guru walaupun sebagian guru mengeluhkan penilaian yang terlalu ribet.

Pada artikel ini saya tidak terlalu memperluas pokok pembahasan tentang kurikulum 2013, saya cukup ingin berbagi cerita tentang pengalaman menerapkan pembelajaran K13 pada materi di setiap Bab agar siswa mampu menuntaskan sesuai Kriteria Ketuntasan Mimnimal (KKM) baik penilaian kompetensi Pengetahuan, Keterampilan dan Penilaian sikap.


Kompetensi Dasar yang ditetapkan dalam silabus kurikulum 2013 edisi 2018 menuntut kita untuk merevisi ulang komponen yang ada didalamnya termasuk RPP dan KKM Mata Pelajaran. Revisi ini diperlukan karena siswa dituntut untuk Tuntas artinya Nilai Hasil Belajar harus sama atau diatas KKM. Bagi guru yang mengetahui permasalahan seorang siswa secara relistis dengan kompetensi dasar yang berat untuk dicapai maka cara lainnya adalah dengan menurunkan KKM. Walaupun sebenarnya dengan turunnya KKM bisa juga akan mempengaruhi kredibilitas sekolah, tetapi itulah keadaan yang sebenarnya.


Bagi saya anak mendapatkan nilai 5 tidak perlu malu asalkan menggambarkan keadaan yang sebenarnya daripada nilai 8 namun tidak mencerminkan kemampuannya. Itulah sebabnya hasil Ujian Nasional yang dicapai siswa bisa menjadi Tolok Ukur menetapkan KKM di sekolah karena menentukan KKM sebaiknya tidak hanya berdasarkan kompleksitas, daya dukung dan intake saja. Namun perlu dijabarkan lebih rinci tentang daya dukung seperti apa atau termasuk kompetensi guru, pencapaian nilai UN dan termasuk akreditasi sekolah dan lain lain.

Jika kita sudah realistis dengan kemampuan rata rata siswa, maka kita tinggal mengelola bagaimana pembelajaran tuntas bisa diterapkan. dari Indikator kompetensi yang kita tetapkan disetiap KD dapat kita terapkan dalam kegiatan pembelajaran dengan optimis tanpa ragu akan hasil akhir siswa. Toh nanti ada remedial 1, remedial 2, 3, sampai siswa bisa mencapai Indikator yang kita tetapkan. hal inilah yang menguntungkan siswa dengan kemampuan lambat, mereka akan mendapatkan perhatian yang lebih sementara siswa pintar hanya berhenti menunggu temannya yang lain menuntaskan pembelajaranya dulu. Walaupun setiap KD ada pengayaan bagi siswa pintar, tidak diharuskan bagi guru untuk melakukan bimbingan secara intensif, namun bagi siswa yang tidak tuntas WAJIB bagi guru untuk menuntaskannya.


Pembelajaran Tuntas juga berlaku saat kegiatan pembelajaran. Salah satu contohnya adalah meminimalisir pemberian Tugas Rumah (PR). Bagi saya pemberian PR ada nilai positif dan negatif bagi siswa. Kunci utamanya pada kebijakan Guru. Jika memaknai PR sebagai cara mengeksplore pemahaman siswa akan materi pembelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan dan waktu yang sangat singkat yang dimilikinya dengan pencapaian atau ukuran hasil yang jelas. Namun jika pemberian PR tidak ada perhitungan, membebani waktu istirahat siswa dirumah, tidak pernah dinilai, hanya untuk mengulur waktu, tdak ada hubungannya dengan kompetensi dasar yang diberikan bahkan yang lebih parah jika tidak mengerjakan PR maka dianggap tidak tuntas, pemberian PR lebih baik ditiadakan.

Memberikan PR berarti memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah, tidak ada masalah bagi siswa pintar. namun bagi siswa yang berkemampuan lambat apakah cukup dengan membiarkan begitu saja jika mengerjakan PR salah atau bahkan tidak mengerjakan PR sama sekali. pasti tugas kita untuk membimbingnya sampai mampu. Saat memberikan bimbingan kepada yang mampu, apa aktifitas siswa yang sudah mampu tentu menunggu temannya yang belum mampu.

Bagi saya sandiri pemberian PR jarang saya lakukan, saya lebih memilih penilaian unjuk kerja (performance) saat kegiatan pembelajaran. Bentuk dan model penilaian proses ini sangat efektif untuk menilai riil kemampuan siswa walaupun berdasarkan subjektifitas guru.

Kesimpulannya, jika pertanyaan diatas benarkah pembelajaran tuntas merugikan siswa pintar ?, berdasarkan penjelasan yang saya uraikan hampir sepenuhnya memang dirugikan. Ya memang kerugian yang nyata adalah tersanderanya anak yang sudah mampu memahami pembelahran oleh anak yang belum mampu, nilai Raport atau hasil belajar yang mempunyai selisih sedikit karena batas KKM. Namun guru yang bijak harusnya punya catatan tersendiri bagi siswa pintar untuk perankingan dan aspek prestasi lainnya. Keuntungan lainnya bahwa penentuan masuk ke sekolah lebih tinggi juga tetap mempertimbangkan nilai Ujian Nasional, satu satunya nilai paling objektif untuk mengukur kognitif siswa dari segi ketidak bocoran soal walaupun dari segi kualitas soal sebenarnya sangat sulit serta kesesuaian  kompetensi dasar yang dipelajari dengan kisi kisi di Ujian Nasional juga kurang cocok. Hal ini terbukti di soal  Ujian nasional 2018 lalu. Dengan cara ini siswa pintar tetap mendapatkan kesempatan belajar disekolah yang lebih berkualitas.

Menggugah Nurani Dan Ikatan Batin Dalam Memotivasi Siswa Demi Keberhasilan Pembelajaran Kelas

Sebelum artikel ini saya tulis panjang lebar, saya hanya menulis apa yang menjadi pengalaman saya dalam mengurus ladang saya yaitu kelas. Mungkin Anda punya pengalaman lain dari cara saya dalam usaha meningkatkan aktifitas kualitas belajar ? Saya persilahkan untuk berbagi dalam kolom komentar.

Sudah menjadi rahasia umum saat ini bahwa kemauan apa lagi kemampuan  belajar siswa saat ini berada dititk nadir. Persentase ini akan semakin menurun jika segala aspek dalam lingkungan belajarnya tidak mendukung kenyamanan baik di sekolah maupun di rumah.  Terbukti dengan kembali dirilisnya ranking PISA (Program For International Student Assesment) untuk skor kemampuan membaca, matematika dan sains yang menurun. Hal ini tak terlepas dari minat siswa untuk belajar. Menggugah minat belajar siswa ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang mempengaruhinya mulai dari dukungan lingkungan keluarga, teman teman terdekatnya, lingkungan sekolah dan tentu adalah pendidik atau gurunya. Bahkan dukungan positif  dalam lingkungan masyarakat sekitar tidak ada gunanya  jika kemauan orang tua,  guru dan siswa sendiri tidak bersinergi apalagi melempar permasalahan satu dengan yang lain.  Masyarakat modern yang cenderung apatis, individualis sampai pada lingkungan yang tidak mendukung seperti kampung narkoba, perjudian, prostitusi juga akan mempengaruhinya.


Pada tulisan ini saya tetap percaya dan fokus kepada subyek itu sendiri yaitu siswa dan  tidak melebar kemana mana. Kenapa ? karena sumber yang akan dibentengi adalah dari dalam diri siswa sendiri untuk lebih menguatkannya. Berbekal pengalaman mendidik lebih dari 10 tahun, saya melihatnya cukup pelik karena masing masing individu mempunyai permasalahan yang sangat kompleks dan berbeda beda penanganannya.  Tapi kejujuran mereka cukup diapresiasi karena merekapun menyadari kalau semangat belajarnya pun menurun dan mereka tidak mampu untuk melawan kemalasannya sendiri. Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan oleh guru juga tidak memberi stimulus yang berarti bahkan cenderung untuk lebih suka bermain daripada belajar. Mengajak fokus dalam pembelajaran yang interaktif juga kurang diminati bahkan cenderung tidak mengerti,  malu atau takut untuk mengungkapkan pendapatnya sendiri. Bahkan mengganggu kawannya belajar, lebih senang berbicara diluar konteks yang dipelajari dari pada berdiskusi pembelajaran.

Dari beberapa fakta diatas sejatinya gurulah yang menjadi tulang punggung penggugah semangat belajar itu disekolah. Mengajaknya berbicara empat mata pada setiap individu yang tidak atau belum termotivasi adalah cara paling bijak untuk menelusuri penyebabnya. Cara ini butuh ekstra perjuangan seorang guru karena harus mengurusi puluhan bahkan ratusan siswa mengalami masalah yang sama (tidak termotivasi) namun penanganannya masing masing berbeda beda.  Saya sendiri mencoba melakukannya dari hati ke hati untuk menciptakan ikatan bathin yang kuat agar bisa menggugah nuraninya betapa sangat pentingnya masa depannya. Ternyata cara ini juga tidak sepenuhnya berhasil jika guru hanya setengah hati. Mereka butuh rangkulan dan dukungan  tidak hanya menyalahkan mereka saja. Disinilah naluri seorang guru sedang diuji. Mengajak bicara dengan menggugah sampai muncul nurani siswa yang sebenarnya sangat tidak mudah. Seorang guru bahkan butuh tetesan air matanya untuk menggali seberapa dalam nuraninya yang nantinya akan muncul untuk mengubahnya menjadi motivasi pada dirinya. Tidak cukup sampai disini, kejujuran siswa tidak hanya sekedar pengakuan namun harus kedalam pembuktian. Untuk mengawal itu siswa butuh konsistensi dan tanggung jawab dengan apa yang disampaikan. Kegagalan guru dalam membangun motivasi siswa justru pada tahapan ini, karena disinilah butuh kesabaran, keuletan, sinergi dengan orang tua dan berkomunikasi intensif dengan siswa itu sendiri. Banyak guru yang tidak punya waktu, tidak sabar, bahkan lupa dengan masalah siswa tersebut karena muncul masalah dengan siswa yang lain sehingga penyelesaiannya tidak tuntas. Hal ini akibat dari menumpuknya tugas administratif guru, tugas tambahan guru menggantikan tenaga kependidikan, tugas tambahan guru menggantikan kepala sekolah bahkan tanpa reward sama sekali sehingga tidak fokus mengurus kelas.

Dari pengalaman juga bahwa potensi siswa tidak boleh digeneralisasi, ada banyak sekali potensi siswa yang bisa memicu lahirnya siswa yang termotivasi itu. Mereka juga ingin menunjukkan jati dirinya dengan cara mereka sendiri.  Kuncinya seberapa jauh sekolah bisa memfasilitasi potensi mereka tanpa harus melanggar peraturan sekolah.  Contohnya sampai sekarang juga masih menjadi kontroversi tentang larangan membawa handphone kesekolah. Karena jika siswa diperbolehkan membawa smartphone kesekolah pihak sekolah akan cukup menguras tenaga dan waktu untuk mengawasi penggunaan gadget dari perbuatan negatif ratusan bahkan ribuan siswa. Disisi lain manfaat positifnya juga sangat banyak untuk mendukung potensi dan bakatnya dalam pembelajaran bahkan meningkatkan motivasi belajarnya.

Persaingan di sekolah juga tak kalah penting dalam memicu muncul dan hilangnya motivasi dalam belajar. Siswa yang merasa lebih pintar akan otomatis terus terpacu semangat belajarnya. Namun sayangnya siswa yang seperti ini jumlahnya jauh lebih sedikit di banding siswa yang “kalah” dalam persaingan kepintaran versi mereka. Akibatnya aktifitas keseharian bagi siswa yang kalah di kelasnya selalu pasif. Ternyata pembelajaran 4.0 tidak mengenal kompetisi namun kolaborasi.  Mengadopsinya kedalam pembelajaran juga tidak mudah karena siswa masih terbiasa dengan ranking. Dengan nilai angka kuantitatif. Kawan di kelas adalah pesaing, bukan mitra belajar. Jika disalah pahami pembelajaran kolaborasi bahkan bisa kontraproduktif atau akan menjadi malas belajar karena tidak adanya persaingan belajar. Mengubahnya menjadi positif butuh waktu dan mindsetnya. Karakteristik kelas sangat mempengaruhi cepat atau tidaknya pembelajaran kolaboratif. Jika kelas berisi siswa siswa yang masih banyak yang egois, menang sendiri dan tidak mau berbagi dengan teman lainnya, butuh waktu lebih lama untuk menerapkan pembelajaran kolaboratif. Nilai positif pembelajaran kolaboratif adalah sebenarnya bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan masing masing individu secara jujur karena mereka sudah mau berbagi dengan yang lain. Motivasi akan muncul dengan sendirinya karena mereka selalu dalam satu ikatan keluarga (kelas).

Untuk mengukur keberhasilan motivasi yang  saya lakukan cukup sederhana, setelah bel masuk istirahat berbunyi,  saya bergegas untuk masuk kelas dan duduk di meja guru kelas. Tanpa saya memberi perintah apapun saya akan menghitung berapa jumlah siswa yang tertib masuk dan mau fokus belajar dengan membuka bukunya kembali misalnya, berapa siswa yang masih berkeliaran diluar kelas dan masih dikantin. Semakin sedikit mereka untuk melanggar aturan tanpa diingatkan sebelumnya maka progres motivasi belajar menunjukkan tren positif. Bapak/ibu bisa melakukan berbagai cara yang lain untuk mengukur keberhasilan motivasi belajar secara kualitatif. Jika Anda bertanya bagaimana hasil dari cara yang saya lakukan, berhasil atau tidak ? bagi saya cukup berhasil dengan persentase tergantung kemauan, keseriusan, keuletan dan kesediaan waktu kita untuk siswa.

Dari tulisan saya ini, sudah saatnya pemerintah memikirkan betapa motivasi belajar yang muncul dari siswa sendiri sangat penting lebih dari aktifitas pembelajarannya itu sendiri. Jika sebagian besar siswa sudah termotivasi, aktifitas pembelajaran jenis apapun akan mudah dilakukan dengan hasil maksimal. Tugas pemerintah adalah membuat sistem dan memastikan semua  orang atau lembaga yang terlibat dalam proses pembelajaran kelas tersebut  berjalan  efektif dan sesuai fungsinya untuk memacu keberhasilan siswa .  Guru adalah awal adalah akhir dari pembelajaran, sistem reward dan punishment yang sampai saat ini belum jelas , sudah seharusnya diatur seadil adilnya untuk memicu motivasi guru untuk mengurus ladang kelasnya dengan tanaman yang baik dalam mempersiapkan generasi yang unggul dimasa yang akan datang. Guru yang mampu memicu siswanya mendapatkan self motivated seharunya mendapat penghargaan tinggi baik dari pendapatan kinerjanya, demikian juga bagi guru yang tidak mampu harus terus memperbaiki diri dan harus legowo dengan pendapatan lebih rendah dari guru yang bisa mendorong siswanya bersemangat belajar. Banyak pihak yang menganggap lahirnya tunjangan sertifikasi guru tidak berbanding lurus dengan kualitas pembelajaran karena reward ini tidak diukur dari sebuah kinerja. Hanya sekedar sent bukan delivered. Kami menunggu sistem parameter yang akan diciptakan Mas Menteri agar lebih objektif , adil dan mengukur terhadap seharusnya yang diukur.

Maaf, walaupun tulisan ini sedikit berbelok, namun kita tetap berkeinginan inisiatif untuk memutus rantai yang membelenggu siswa karena rendahnya dalam minat belajar. Dan lingkaran rantai itu seharusnya kita mulai dari seorang guru.

Siswa SMP Negeri 1 Teluk Mengkudu Mendapatkan Hadiah Lucky Draw Sepeda Santai HUT Guru Disdik Sergai

Dalam memperingati Hari Guru Nasional dan PGRI Tahun 2019, Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai mengadakan kegiatan sepeda santai yang diikuti peserta dari berbagai sekolah termasuk guru dan siswa di Kabupaten Serdang Bedagai berjumlah 867 peserta.

Bergabung  dalam ratusan peserta sepeda santai memperingati hari guru,  tim goes SMP Negeri 1 Teluk Mengkudu berjumlah 50 peserta yang dipimpin oleh Kepala SMPN 1 Teluk Mengkudu, Drs. Kabul Sutrisno ikut serta dalam memeriahkan kegiatan ini. Sepeda santai yang menempuh rute 7 kilometer dengan rute Desa Sei Rampah dan Desa Sei Rejo dan Finish di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai.

Setelah selesai kegiatan sepeda santai kemudian di akhiri dengan penarikan hadiah lucky Draw dengan berbagai macam hadiah seperti sepeda gunung, mesin cuci, lemari es dan televisi. Salah satu siswa SMP Negeri 1 Teluk Mengkudu bernama Fikri memperoleh keberuntungan dengan mendapatkan sebuah sepeda gunung. " Alhamdulillah Tim Goes SMPN 1 Teluk Mengkudu berhasil mendapatkan sepeda." seperti yang di sampaikan kepala Sekolah. 

Pada kesempatan tersebut Bupati Serdang Bedagai dan Kepala Dinas Pendidikan Sergai menyerahkan hadiah kepada peserta yang beruntung. " Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Sedang Bedagai dan Bapak Kepala Dinas pendidkan Kabupaten Serdang Bedagai yang telah memberikan hadiah secara langsung kepada kami" , demikian ucapan yang disampaikan oleh Kepala SMPN 1 Teluk Mengkudu seraya bersyukur atas keberuntungan yang didapatkan oleh Fikri, siswa SMP Negeri 1 Teluk Mengkudu kelas IX tersebut.


Ambulance Gratis Medan Lengkap Dengan Nomor Telepon

Ambulance merupakan transportasi khusus yang merupakan bagian dari emergency atau gawat darurat. Keberadaannya di jalan raya harus diprioritaskan karena orang sakit atau orang yang meninggal dunia yang dibawanya harus sampai dengan cepat ditempat tujuan .  Karena sangat pentingnya, ambulance harus stand by 24 jam karena keberadaannya memang dibutuhkan kapan saja dan dimana saja sebatas jangkauan layanannya.

Layanan ambulance gratis saat ini sangat dibutuhkan masyarakat terutama dalam hal mengevakuasi terjadinya bencana alam, warga masyarakat yang meninggal dunia, kecelakaan lalu lalu lintas dan berbagi keperluan transportasi jenazah atau orang yang sedang sakit .  Khusus ambulance rumah sakit keberadannya dikhususkan hanya kepada pasien yang diopname di rumah sakit tersebut dan tidak diperbolehkan diluar rumah sakit kecuali dalam situasi yang sangat darurat.


Sebenarnya banyak sekali layanan ambulance yang dimiliki oleh instansi pemerintah, perusahaan, organisasi kemasyarakatan bahkan rumah sakit. Namun tidak semuanya gratis, beberapa layanan gratis yang diberikan oleh beberapa organisasi dibawah ini merupakan bagian dari kepedulian kepada masyarakat terutama yang tidak mampu.

Bagi Masyarakat Kota Medan, berikuta adalah layanan Ambulance Gratis yang dimiliki beberapa organisasi partai politik, organisasi  pemerintah dan masyarakat yang dihimpun dari beberapa sumber :

  • PMI Medan : 06176766118, 061 4567638, 118
  • Gerindra, DPC Kota Medan, Jl.Mojopahit No 4A, Medan Telepon: Dr. John R. Simanjuntak – 0811600341
  • PKS Medan Jl. Bhayangkara No.399 Kel. Indra Kasih Kec. Medan Tembung Kota Medan, Sumatera Utara 20211 (061) 76372924
  • Lottemart : 085297225670.
  • Partai Perindo  : Esi :0813 4053 2664 Herry :08522 5420 999
  • Bulan Sabit Merah Indonesia Sumatera Utara Jl. Pasar I No.49 A Tanjung Sari Medan Call Center : 0852-7562-5209
  • Rumah Zakat & Sumut Pos  Jl. Setiabudi No. 46 Pasar 2 Tanjung Sari Medan
  • Dompet Dhuafa Jl. Kapten Muslim Komplek Kapten Muslim Business Point Bok E No.17 Sei Sikambing, Medan 061 42566777, dan di Jl. Brigjen Katamso No.1, Medan 061 4511936.
Beberapa layanan ambulance gratis bisa jadi membutuhkan persyaratan tertentu, untuk mengetahui lebih lanjut bisa menghubungi langsung ke alamat tersebut diatas. Satu hal yang biasanya menjadi masalah tentang ambulance gratis adalah jangkauan layanan dan pengemudinya. Oleh karena itu carilah layanan ambulance gratis yang berada di dekat dengan domisili Anda. Selain itu untuk pengemudi biasanya juga masih dikenakan biaya uang transport, tapi untuk bensin tetap ditanggung oleh pemilik Ambulance. 

Sekali lagi bahwa ambulan gratis biasanya dikhususkan bagi orang yang memang benar benar tidak mampu membayar sewa ambulance berbayar, sehingga bagi Anda yang merasa mampu menyewa ambulance alangkah baiknya untuk menggunakan layanan ambulance berbayar terutama untuk tujuan ke luar kota Medan.

Untuk layanan ambulance berbayar di Medan biasanya dikelola oleh perusahaan perusahaan komersial yang khusus menangani layanan emercency secara pribadi. Biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengangkut jenazah yang akan dibawa ke luar kota atau membutuhkan perjalanan yang jauh. Jasa sewa ambulance memang bervariasi, namun untuk mengirit biaya biasanya masyarakat memanfaatkan sewa ambulance tempat rumah sakit dimana jenazah tersebut dirawat.

Catatan Permasalahan UNBK Dari Seorang Proktor

Perhelatan besar Kemdikbud setiap tahun dibulan April adalah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Di tahun 2019 ini diikuti oleh 7 juta lebih siswa baik tingkat SMA, MA, SMK, SMP mupun MTs. Walaupun konsep ujian hanya mengubah yang biasanya menggunakan alat tulis dan kertas, kini menjadi komputer jaringan sebagai tumpuan utama untuk ujian nasional, namun banyak hal yang harus menjadi perhatian bersama. Catatan positif yang harus diacungi jempol adalah kecurangan dalam menjawab soal bisa diminimalisir bahkan bisa diberantas tuntas. Namun dibalik itu banyak masalah tersisa baik yang bertanggungjawab langsung terhadap suksesnya pelaksanaan UNBK seperti pihak sekolah, proktor dan teknisi maupun yang tidak langsung seperti siswa dan orang tua siswa. Catatan saya kali ini akan mencoba menulis seberapa masalah tersisa tersebut yang bisa menjadi evaluasi terutama dipandang dari dari sisi seorang Proktor seperti saya yang merupakan salah satu pilar utama dalam mensukseskan UNBK. Berikut ulasan selengkapnya :


1. Kualitas Infrastruktur Komputer, Listrik, Jaringan Internet yang sangat minim

Catatan pertama yang harus diatasi bersama baik oleh pemerintah maupun stake holder lainnya adalah pengadaan komputer itu sendiri. Sekolah tentu tidaka akan mampu mengadakan perangkat komputer sebanyak itu. Di sekolah saya tahun ini jumlah siswa yang mengikuti UNBK adah 249 terbagi dalam 3 sesi. Dimana persesi harus tersedia perangkat komputer sebanyak 249: 3 = 83 komputer; Selama ini sekolah tempat saya bertugas dengan status ujian mendiri hanya mengandalkan laptop pinjaman dari orang tua siswa dan meminjam punya guru karena perangkat komputer disekolah tidak mencukupi untuk ujian sebanyak 3 sesi. Masalah lain yang muncul dengan laptop pinjaman adalah kita tidak bisa mengontrol kesehatan laptop pinjaman.tersebut. Hampir 30 persen laptop dari keseluruhan yang dikumpul tidak layak pakai dengan berbagai masalah seperti tombol keyboard rusak, track pad rusak, virus yang menghapus otomatis file eksekusi exambrow, tidak ada colokan LAN, driver LAN yang tidak cocok dan berbagai masalah lainnya. Sehingga walaupun tampaknya laptop orang tua yang dikumpulkan sudah cukup untuk ujian, namun jika hitung tetap kurang karena banyaknya laptop yang tidak layak pakai.

Masalah masalah lain yang saya alami sendiri dengan laptop pinjaman orang tua adalah kecemburuan orang tua yang punya laptop dengan yang tidak karena ada beberpa orang tua yang tidak mau berbagi dengan yang tidak punya laptop, menyusun tempat duduk yang rumit dimana si empunya laptop harus menggunakan laptopnya sendiri, laptop yang tertukar, rusak bahkan hilang akibat kesalahan pendataan.

Masalah kedua yang masih berkaitan dengan infrastruktur adalah belum ada jaminan dari PLN pada saat ujian berlangsung jaringan listrik tetap hidup dengan normal. Beberapa kasus yang saya alami adalah sering matinya listrik sehingga bisa mengganggu jaringan intranet naupun jaringan internet. Hal paling fatal jika UPS tidak bertahan lama untuk memberi kesempatan menonaktifkan VHD sehingga kerusakan fatal VHD bisa saja terjadi hanya karena jaringan listrik yang sering mati hidup. Pengadaan genset juga menjadi kendala disaat input arus yang kurang baik walaupun sudah diprotek dengan stabilizer.

Hal ketiga adalah kualitas jaringan internet. Alhamdulillah tahun ini sekolah sudah masuk jaringan internet milik telkom dengan kecepatan lebih dari cukup untuk 3 server. Namun ada catatan buruk untuk UNBK tahun lalu dimana 4 hari ujian, sekolah hanya mengandalkan modem USB karena jaringan internet melalui radio dengan kecepatan 2 mbps kualitasnya sangat buruk. Saat hari H berlangsung internet menyentuh 0 mbps dan tidak ada solusi apapun dari pihak provider.

2. Rentan kerusakan Hardware dan Software

Bekerja dengan mesin tidak bisa kita pastikan server bisa normal bekerja selama 10 Jam perhari selama 4 hari walaupun kadang sudah dipersiapkan semaksimal mungkin. Bayang bayang kerusakan server maupun perangkat lainnya selalu menghantui pekerjaan proktor dan teknisi dan harus diselesaikan saat itu juga. Berbicara menjaga agar hardware tetap berfungsi dengan baik, banyak hal yang harus diperhatikan mulai dengan penyediaan supply daya listrik ynag stabil, mendapatkan kualitas perangkat keras yang bagus sampai dengan cara perawatan perangkat. Sementara perangkat lunak tidak kalah pentingnya. Menjaga mesin VHD sebagai jantung perangkat lunak UNBK agar tidak terjadi kerusakan akibat mati listrik juga butuh perhatian tersendiri. Selain itu serangan virus pada server juga menjadi momok tersendiri baik yang terinfeksi melalui penyimpanan portable seperti flashdisk dan hardisk eksternal atau melalui jaringan LAN karena firewall masing masing perangkan dinonaktifkan.

3. Human error 

Begitu banyaknya step step yang harus dilakukan oleh proktor mulai dari menginput peserta UNBK di laman UNBK sampai dengan diakhiri dengan Membuat laporan hasil kegiatan dengan rentang waktu 4-5 bulan, sepertinya harus berkonsentrasi penuh terutama disaat saat kritis (pelaksanaan ujian). Hal ini bisa saja membuat proktor atau teknisi melakukan kecerobohan dengan melakukan tindakan sepele yang bisa saja mengakibatkan sesuatu yang fatal bahkan bisa membatalkan ujian. Kurangnya informasi dan dan tidak saling mengingatkan juga bisa menjadi faktor kelalaian beberapa tahapan yang harus dikerjakan namun terlewatkan begitu saja.

5. SOP kurang detil terutama saat terjadi kendala kerusakan VHD

Kebingungan proktor yang saya alami, tidak saya fahami dengan jelas jika plan A yang disosialisasikan selama ini tidak berjalan dengan mulus. Rentannya berbagai faktor penyebab kegagalan tidak diimbangi dengan rescue plan yang sebenarnya tidak kalah pentingnya dengan memahami SOP plan utama seperti bagaimana menggunakan server cadangan yang benar, atau bagaimana menngunakan VHD backup di server cadangan, cara memanfaatkan backup source atau transfer response.

3. Pembiayaan mahal

Diakui atau tidak pelaksanaan UNBK , sekolah membutuhkan biaya yang mahal mulai dari pengadaan perangkat komputer client sesuai jumlah peserta ujian, daya cadangan (genset), stabilizer dan UPS dengan kemampuan yang besar, infrastruktur jaringan LAN, Server Utama dan Server cadangan. Belum lagi biaya kerusakan kerusakan laptop yang dipinjam atau biaya mengganti laptop yang hilang. Tanpa ada bantuan dari pemerintah maupun stake holder lain, maka pelaksanaan UNBK akan tetap menuai masalah.

4. Keamanan

Jika dihitung sampai saat ini sudah banyak sekolah yang dibobol maling dan dicuri komputernya. Apalagi sekolah yang meminjam laptop dari orang tua dan laptopnya hilang dicuri tentu harus mengembalikannya lagi laptop yang hilang. Nah, masalah keamanan ini seharusnya menjadi catatan tersendiri baik bagi sekolah maupun pihak pihak terkait. Membuat ruangan lab yang sulit untuk dibobol maling, memasang CCTV, sampai memaksimalkan atau menambah  penjaga sekolah bisa menjadi solusi , namun sekali lagi kembali kepada pendanaan sekolah itu sendiri.

Kelebihan Dan kekurangan E-Rapor Dalam Membuat Laporan Penilaian Hasil Belajar

Sudahkah sekolah Bapak Ibu menggunakan E- Rapor untuk melaporkan hasil belajar kepada orang tua ? . Kalau sudah, selamat karena bapak Ibu sudah tahu menggunakan sistem penilaian berbasis web ini yang dirancang sedemikian rupa untuk memangkas rumitnya penilaian kurikulum 2013. Seperti yang sudah saya pahami selama 3 semester dalam mengisi nilai pada E-Rapor, ternyata bisa dengan mudah memahami bagaimana penilaian kurikulum 2013 sebenarnya.  Saya menganggap 1 tahun adalah pelajaran pahit mempelajari sistem baru ini dan pada tahun 2018 ini merupakan awal yang bagus setelah setahun mempelajarinya.


E-rapor adalah aplikasi laporan penilaian yang telah dirilis kemendikbud. Sebenarnya E-rapor  merupakan fitur terbaru dari aplikasi dapodik (Data Pokok Pendidikan), sehingga dalam menginput data dan nilai siswa sudah terintegrasi dengan nili rapor baik di tingkat SMP/MTs  maupun SMA/SMK/MA

Secara umum E-rapor memberikan gambaran kebebasan penilaian berdasarkan Kompetensi Dasar yang diajarkan. Banyak jenis penilaian baik diranah pengetahuan maupun keterampilan ataupun sikap spiritual maupun sosial yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan kompetensi dasar yang sudah dipilih. Oleh karena itu modal awal selain harus memahami sistemnya dengan baik juga mapping KD yang sesuai dengan jenis penilaian juga harus dikuasai oleh seorang guru. Contohnya dalam Bahasa Inggris Kompetensi dasar yang menitik beratkan tentang percakapan seperti ungkapan " mengucapkan selamat" tidak cocok untuk penilaian berbentuk Produk, namun harus berbentuk lisan.

Berdasarkan pengalaman hampir 3 semester yang sudah saya lakukan, beberapa kelebihan dan kekurangan yang dirasa selama menggunakan aplikasi e-rapor ini diantaranya :

1. Praktis

Hanya dengan sekali input data nilai siswa, kita tidak usah lagi menginput nilai di dapodik karena secara sistem, nilai dalam e-rapor sudah otomatis sudah terinput kedalam nilai siswa di dapodik.

2. Fleksibel

Sebagimana yang saya jelaskan diatas Anda bisa menentukan penilaian berdasarkan karakteristik Kompetensi Dasar, sebab dalam Kurikulum 2013 sangat banyak jenis penilaian yang  bisa kita terapkan. selain itu bobot penilaian juga bisa kita sesuaikan sendiri.

3. Akuntabel

Tanpa harus melakukan perhitungan , Anda secara otomatis sudah mendapatkan hasil akhir yang sudah diolah oleh sistem tanpa takut salah perhitungan.

4. Banyak keuntungan untuk wali kelas

Wali kelas juga tidak lagi terbebani dengan menulis lembar demi lembar rapor siswa, wali kelas juga bisa memantau proses input nilai dari Tab perencanaan penilaian hingga Kirim nilai yang dibuat guru mata pelajaran melalui tampilan status penilaian di akun wali kelas dengan gambar checklist bewarna hijau jika sudah selesai dan berwarna merah jika belum selesai melalui akun wali kelas.

5. Bisa di Input melalui jaringan

Anda bisa mengerjakan e-rapor melalui laptop dimanapun asalkan masih dalam jangkauan satu jaringan dengan server baik wifi maupun LAN.

E-rapor merupakan  sistem penilaian aplikasi yang dirancang dengan harapan mampu membantu tugas dalam melaporkan hasil belajar kepada orang tua, namun kecanggihan sistem ini juga tidak luput dari kekurangan

1. Perlu waktu untuk mempelajari dan menerapkannya

Seperti yang sudah diterapkan di sekolah kami bahwa guru membutuhkan 2 semester untuk mempelajari sistem aplikasi ini sampai tahu bagaimana cara menggunakannya. Pernah terjadi pada pertama kali penerapan e-rapor di sekolah kami dimana pembagian rapor diundur sampai beberapa hari karena tenggat waktu menyelesaikan tidak tuntas.

2. Fitur edit kompetensi dasar yang hanya bisa ditambah namun tidak bisa di hapus

 Sampai pada versi 2018, fitur editing kompetensi dasar jika ingin disesuaikan dengan edisi revisi 2017 masih dikunci , hal ini akan menambah banyak kompetensi dasar yang diinput padahal kompetensi dasar tersebut masih belum di revisi.

Walaupun masih ada kekurangannya, sepatutnya menggunakan e-rapor di satuan pendidikan perlu kita dukung karena manfaat positif yang bisa didapat baik oleh guru, wali kelas, siswa maupun sekolah secara keseluruhan.