Serunya Berwisata Ke Sumatera Barat Bersama Komunitas Alumni SMP YASPI Labuhan Deli


Dipertengahan Agustus 2018 tepatnya dari tanggal 9 - 14 Agustus 2018 Komunitas Alumni SMK YASPI melakukan perjalanan seru dengan tujuan utama beberapa tempat wisata di Sumatera Barat. Jalan wisata yang digagas dan digawangi oleh anak anak muda ini menempuh perjalanan 2300 km dengan menggunakan 4 kendaraan roda empat dan diikuti oleh 21 peserta. Sebenarnya perjalanan ini tidak hanya menyinggahi tempat tempat wisata saja, namun selain melepas rindu dengan teman teman sealumni juga mengunjungi sanak dan kerabat di beberapa tempat.

Untuk tempat wisata yang dikunjungi diantaranya Jam Gadang Bukit Tinggi, Lembah Anai, Pulau Angso Duo, kelok Sembilan, Penangkaran Penyu dan sungai Pasaman. Sedangkan untuk perjalanan kunjungan keluarga selain di Pariaman juga di Bangkinang Riau. Nah, Rute perjalanan yang ditempuh diantaranya Medan - Bangkinang, Bangkinang - Pariaman dan ditempat ini menjadi base camp untuk menuju beberapa tempat wisata di Sumatera Barat.  Di Bangkinang selain menjemput peserta dan keluarga yang lain juga untuk beristirahat melepas lelah. 

Perjalanan berikutnya adalah rute Bangkinang - Pariaman. Di Pariaman selain berkunjung ke keluarga disana juga beristirahat melepas lelah untuk melanjutkan perjalanan berikutnya menuju Pulau Angso Duo.

Di Angso Duo sebagai tujuan utama  perlu persiapan yang matang. Angso duo merupakan destinasi wisata Sumatera Barat yang menawarkan pesona bawah laut, ikan yang beraneka ragam, terumbu karang yang eksotik dengan air laut yang sangat jernih. Pulau yang sangat indah dan bersih dengan hamparan pasir putihnya ini menawarkan sejuta pesona. Banyak kegiatan yang dilakukan komunitas disini, namun sayang tidak sempat untuk menikmati pesona bawah airnya. Perjalanan menuju pulau Angso duo cukup hanya 10 menit dari Pantai Gondariah menggunakan perahu khusus wisata berbentuk kecil. Bagi sobat yang ingin ke pulau ini perjalanan ke Angso duo jangan melewati jam 15.00 dan harus kembali lagi ke Pantai Gondariah sebelum jam 18.00. 

Perjalanan berikutnya di hari keempat adalan menuju Lembah Anai dan Jam gadang di Bukit Tinggi. Lembah Anai merupakan lokasi wisata air terjun yang terletak dijalan trans Bukit Tinggi - Padang tepatnya di Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah datar. Air terjun dengan ketinggian 35 meter sebenarnya tidak hanya 1 spot saja, namun dua diantaranya terletak agak jauh dari tepi jalan dan tertupup oleh lebatnya hutan. Yang bertambah keren selain dengan dengan jalan raya lintas juga dekat dengan jalan rel kereta api dengan rute Lubuk Alung - Kayu Tanam dengan stasiun Sicincin. 

Perjalanan berikutnya adalah menuju Jam Gadang di Bukit Tinggi, namun sayang monumen menara dengan jam dan bangunan atap berbentuk gadang ini lagi dalam renovasi, sehingga komunitas hanya bisa menikmati dari jauh dan berbelanja oleh oleh saja. Siapa yang tidak kenal jam Gadang. Monumen bersejarah ini dibangun tahun 1926 oleh Ratu Belanda sebagai hadiah kepada sekretaris kota Bukit Tinggi.

Di hari kelima tim kembali ke Pariaman untuk mengunjungi spot wisata berikutnya yaitu penangkaran penyu yang dikelola oleh UPT Konservasi Penyu, Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota pariaman , letaknya di Jl. Syekh Abdul Arif tepatnya di sebelah utara Kota Pariaman. Alasan dibangun penagkaran penyu disini karena pantai Pariaman merupakan salah satu tempat mendaratnya penyu laut setiap tahunnya untuk meletakkan telurnya. Wisata edukasi ini cukup 10 menit untuk ditempuh dari pusat Kota Pariaman.

Beberapa tempat yang disinggahi selama perjalanan kembali pulang ke Medan seperti Sungai Pasaman, Kelok Sembilan (hanya lewat karena pas malam hari) dan Jembatan Merah di Mandailing Natal Sumatera Utara. 

Nikmati perjalanan wisata seru selengkapnya yang kami kemas di Channel Youtube berikut ini :