Tips Menentukan Tarif Content Placement Atau Sponsored Content

Sponsored Content atau Content Placement merupakan artikel yang dibuat dan dipublish diblog kita sesuai dengan keinginan si pemesan artikel. Biasanya artikel berisi branding sebuah produk baru agar bisa diketahui oleh banyak orang, atau kadang juga pemesan content hanya ingin membuat backlink menuju blognya. Artikel bisa dibuat oleh si pemesan bisa juga dibuat oleh pemilik blog.

Content placement merupakan salah satu sumber penghasilan seorang blogger selain dari Google adsense. Bagi blogger yang suka dengan menulis sendiri artikelnya, Content placement bisa menjadi ladang penghasilan yang lumayan untuk pendapatan seorang blogger.

Namun syaratnya tidak mudah, Anda harus mempunyai blog dengan trafik yang tinggi agar bisa dilirik oleh pemesan konten. Atau blog dengan DA (Domain Authority) atau PA (Page Authority) yang tinggi .

Sebenarnya menentukan tarif Content Placement tidak ada patokannya, yang terjadi adalah tawar menawar harga sampai cocok. Kadang blogger bisa mendapatkan per artikel sponsor bisa diatas 1 juta dan ada yang hanya mendapatkan  200 -300 ribu. Sebenarnya yang diharapkan blogger adalah harga yang setinggi tingginya, Namun jika kita menentukan tarif terlalu tinggi, pemesan akan berfikir 2 kali untuk kembali membuat content. Namun sebaliknya jika terlalu rendah menentukan tarif hasilnya tidak sesuai dengan jerih payah yang kita buat.

Lalu dasar apa yang bisa kita gunakan untuk menentukan tarif konten placement. Diartikel ini ada beberapa pertimbangan yang bisa dijadikan dasar sederhana berdasarkan pengalaman saya.

1. DA dan PA

Pertimbangan pertama adalah DA dan PA. Hal ini juga yang akan dipertimbangkan oleh pemesan konten. DA dan PA blog bisa di cek dari MOZ. Beberapa kesepakatan yang pernah saya baca adalah untuk DA/PA 10 -20, nilai harganya 100.00 ribu, DA/PA 21 - 30 nilai harganya 200.000, DA/PA 31 - 40 nilai harganya 300 ribu. Untuk DA/PA di atas 40 bisa menentukan harga diatas 500 ribu.

2. Umur Blog

Demikian juga dengan umur blog. Blog dengan umur 0 - 1 tahun harganya 100.000, 2 tahun 200.000 demikian seterusnya.

3. Kesesuaian Niche 

Untuk poin ketiga ini adalah kunci dari menentukan tarif mahal karena jika pemesan konten jeli memilih niche blog sesuai dengan jenis konten yang akan ditayang maka rate klik juga akan tinggi. Saya ambil contoh blog yang membahas hosting dan domain dengan sponsored konten hosting provider akan jauh lebih tinggi nilai kliknya dibanding blog gado gado dengan sponsor konten yang sama. Disinilah pemilik blog harus pandai menentukan harga, jika sponsor konten sesuai dengan niche blog tentukan harga yang tinggi.

4. Kualitas konten

Poin terakhir ini juga tak kalah pentingnya. Blog dengan rata rata artikel diposisi halaman 1 pasti blog disukai google. Nah, blog dengan konten sebagian besar berada diposisi satu, dua atau tiga sangat beruntung bagi pemiliknya jika ada pemesan konten sponsor. Harga yang tinggi akan tetap diburu oleh pemesan konten.

Perlu dicatat bahwa jika blog hanya mempunyai kelebihan di poin satu dan poin dua cukup tentukan harga sesuai dengan keadaannya atau boleh tambah harga jika artikel adalah pemilik blog yang membuat plus revisi. Namun jika blog Anda punya keunggulan di poin 3 dan 4 maka disinilah kesuksesan seorang blogger, bahkan bisa menentukan harga sampai diatas 2 jutaan.

Selain keempat poin diatas, pemilik blog juga mempunyai pertimbangan dan alasan subjektif lain seperti konten berbahasa inggris, popularitas blog, kesulitan konten dan berbagai macam alasan lainnya yang bisa digunakan untuk menentukan tarif lebih tinggi. Demikian semoga bermanfaat.