Skip to main content

follow us



Beberapa minggu lalu saya bersama keluarga berkesempatan diundang oleh sanak keluarga yang sedang mengadakan pesta pernikahan di jl, Yos Sudarso km 17,5 tepat didepan gudang bulog Medan Labuhan masuk gang dan tepat ditepi sungai deli, sungai yang melegenda di Medan.Saya sengaja datang agak sore agar bisa berjumpa dengan tamu tamu lain yang mungkin jadi berjumpa dengan orang orang yang saya kenal. Sambil menikmati musik keyboard dengan lantunan lagu lagu melayu dan arab,kamipun menikmati makanan pesta yang sudah di sajikan. Ada rendang daging sapi, semur ayam, tauco udang dan pangsit yang super pedas,jelatah timun, soup daging, bakso dan sedikit ada jamurnya dan tak lupa dilengkapi dengan kerupuk udang yang berbentuk bulat kecil kecil. Disebelah ujung meja ada satu menu yang menurut saya saat ini sudah langka yaitu anyang pakis. Biasanya kuliner ini adanya saat bulan ramadhan dan dijual dipinggir jalan untuk santapan berbuka puasa. Tak menyianyiakan kesempatan, sayapun langsung mengambil 2 sendok penuh anyang pakis yang tersaji dipiring berwarna putih dengan bunga bunga itu.

 Anyang pakis merupakan kuliner legendaris khas tanah melayu Deli. Saya tidak tahu persis bagai mana sejarah anyang pakis bermula, yang jelas kuliner yang satu ini mirip dengan urap. Namun biasanya urap adalah kelapa parut dibumbui dan dicampur dengan berbagai sayur seperti kacang panjang, daun pepaya dan daun singkong. Namun anyang pakis adalah kelapa parut tanpa bumbu, disangrai sedangkan sayurnya adalah hanya daun pakis dan tauge. Daun pakis yang bisa dijadikan sayur berjenis paku sayur (diplazium esculentum). Biasanya tumbuh ditepian sungai atau di tempat tempat yang lembab. Tanaman pakis sayur tumbuh liar dan tidak bisa dibudidayakan. Di Medan sayur pakis biasa dijual dipasar pasar tradisional. Selain dibuat anyamg juga bisa disayur gulai. Pemanfaatnya harus direbus terlebih dahulu untuk menghilangkan lendirnya.

Dari segi rasa anyang pakis berbeda dengan urap pada umumnya. Anyang pakis terasa asam, gurih, sedikit asin dan sedikit pedas. Sedangkan urap terasa lebih manis. Yang membuat anyang pakis lebih gurih adalah wangi kelapa parutnya yang disangrai. Anyang pakis sangat nikmat sebagai makanan pelengkap.

Tidak ada resep khusus untuk membuat anyang pakis ini. Namun menurut isteri saya sebagai orang melayu deli asli, kunci utama rasa anyang pakis adalah rasa asamnya sebagai pelengkap seperti halnya acar. Oleh karena itu Anyang pakis pada hakekatnya tidak berbumbu (spicy) berbeda dengan urap yang kelapa parutnya dicampur dengan bumbu yang dihaluskan seperti cabe, bawang, ketumbar, kunyit dan lain lain.  Berikut cara membuat anyang pakis selengkapnya sesuai resep aslinya  :

bahan untuk sayur :
  • 4 ikat daun pakis muda potong potong dan bersihkan. 1 ikat biasanya sebesar segenggaman tangan.
  • 1 ons tauge dibersihkan

bahan untuk campuran :
  • 1 buah kelapa parut 
  • 1 batang daun serai ambil putihnya dan memerkan
  • 3 sendok makan rebon/ ebi
  • 8 buah cabe merah besar dan cabe rawit diiris menyerong/membulat
  • 8 siung bawang merah bersihkan dan diiris tipis tipis
  • 1-2 sendok air perasan jeruk nipis


Cara membuat :


  1. Daun pakis, tauge dan daun daun lainnya dibersihkan dan dicuci direbus hingga matang. Untuk daun pakis rebus sampai hilang lendirnya untuk menghilangkan racun. Diamkan dan tiriskan hingga mendingin.
  2. Sangrai / gongseng kelapa parut bersama ebi dan batang serai yang dimemarkan sampai coklat, kering dan harum. Jangan sampai terlalu gosong.
  3. Campurkan dengan daun pakis dan tauge dan aduk aduk sampai rata
  4. Tambahkan irisan cabe , irisan bawang merah dan jeruk nipis
  5. Aduk sampai bercampur merata

Nah, resep ini merupakan resep asli turun temurun dari dulu. Saat ini banyak modifikasi resep yang dibuat agar menyesuaikan dengan lidah modern. 
Bantu Blogger Berkreasi : Cukup dengan baca artikel, ambil info manfaatnya dan jangan diduplikasi dengan mencopy paste artikel ke blog lain. Jika sobat menginginkan artikel dari saya, silahkan menghubungi melalui contact.
Buka Komentar