Mengatasi Konflik Dan Perselisihan Dengan Orang Lain Atau Teman Sekantor


Masalah dengan orang lain bisa dimanapun terjadi termasuk di tempat kerja. Ditengah tuntutan kerja, kompetisi yang semakin ketat dan target kerja yang kian meninggi, konflik sering kali terjadi baik yang skala rendah maupun sampai tingkat tinggi. Bagi kita yang ikut terlibat dalam konflik setidaknya bagaimana menyelesaikan setiap masalah yang terjadi semampu mungkin bisa diatasi dengan kepala dingin.

Bagi orang yang tidak terlibat dalam masalah mungkin melihatnya mudah untuk diselesaikan namun lain halnya dengan orang yang ikut terlibat bahkan menjadi aktor dalam bagian konflik. Banyak hal yang harus dipikirkan, bahkan bisa jadi orang lain disekeliling kita malah memprovokasi masalah sehingga tambah membesar. Yang jelas yakinlah bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi jika kedua belah fihak punya niat baik untuk menyelesaikannya.

Mengatasi konflik perselisihan termasuk dengan teman sekantor butuh seni, kadang dengan cara sederhana seperti makan siang bersama langsung bisa diselesaiakan walaupun masalahnya termasuk serius, kadang sampai butuh penengah bahkan tak jarang harus berurusan dengan pihak kepolisian walaupun masalahnya sederhana.

Jika masalah belum teratasi kadang kita sendiri merasa tidak nyaman, tidak bisa tidur, gelisah terus terpikir dengan masalah tersebut, bisa jadi teman yang berselisih dengan kita juga akan mengalami hal yang sama. Hal ini tidak akan sembuh sebelum masalah bisa diatasi.

Penyebab terjadinya konflik bisa berasal dari mana saja dan kapan saja apa lagi saat ini begitu seringnya kejadian konflik karena masalah masalah sepele yang kadang kadang penyebabnya seperti berada diluar nalar. Oleh karena itu jika masih memungkinkan tetap fokus dengan kemungkinan kemungkinan lain untuk menyelesaikannya dengan tidak saling mempermalukan dan win win solution.

Saya secara khusus juga pernah mengalami konflik dengan orang lain namun syukur alhamdulillah konflik bisa diselesaikan dan saling memaafkan. Terlepas dari masalah yang pelik atau tidak, beberapa hal berikut bisa membantu mengatasi konflik dan perselisihan yang mendera kita.


  1. Di fihak kita tetap stay cool dan fokus dengan masalah yang akan diatasi sedapat mungkin jangan melebar kemana mana.
  2. Jikalau tidak memungkinkan jangan berkomunikasi langsung dengan mereka karena kita tidak tahu intensitasnya bagaimana namun jika masih memungkinkan langsung kita selesaikan dengan 4 mata. Untuk mengetahui intensitasnya kita butuh orang lain atau pihak ketiga untuk memantau dan berkomunikasi dengannya. pada bagian ini pihak ketiga hanya berfungsi untuk memantau masalah difihak sana apakah tergolong masalah berat atau sedang atau ringan.
  3. Jika masalah sudah tidak memungkinkan diselesaikan dengan 4 mata, sedapat mungkin gunakan orang ketiga untuk aktif sebagai penengah yang bersifat netral. Kunci masalah selesai terletak pada penengah ini. Pada tahapan ini penengah adalah fihak paling aktif untuk menyelesaikaan masalah. Anda bisa memilih tokoh masyarakat, ulama, polisi (Babinkamtibmas), Ketua RT, Babinsa (TNI), atau orang yang paling mungkin bisa menyelesaikan masalah kedua belah fihak
  4. Jika tidak juga selesai masalah dengan kekeluargaan bisa melalui kepolisian namun cara seperti ini adalah jalan terakhir untuk menyelesaikannya. Selain itu perhatikan bobot masalahnya, jika contohnya hanya masalah utang piutang dengan nilai puluhan atau ratusan ribu alangkah indahnya jika diselesaikan internal saja, kecuali jika sampai puluhan atau bahkan ratusan juta.
  5. Jika masalah juga tidak selesai dengan jalur hukum berarti masalah nya sudah tingkat dewa. Anda butuh ahli hukum seperti lawyer atau advokat untuk berkonsultasi dengan masalah Anda jika punya dana untuk itu. Namun jika tidak tetap berdo'a semoga masalah tetap ada titik temu. Tetap ingat bahwa harus tetap punya niat baik untuk menyelesaikannya

Nah, begitulah gambaran masalah yang menghinggapi kita jika tidak bisa diselesaikan. Sampai tingkat mana masalah akan selesai tergantung kedua belah fihak. Jika masalah terlalu pelik untuk diselesaiakan mungkin dengan mengabaikannya juga bisa mengurangi beban yang ada setidaknya tidak menjadi fikiran kita. Tetaplah berdo'a semoga Allah memberikan jalan untuk bisa menyelesaikan konflik dengan orang tersebut.