17 Tempat Wisata Pemandian Alam Air Terjun Pemandian Air Panas Di Sekitar Dekat Kota Padang Solok Pariaman Limapuluh Kota Tanah Datar Painan Sumatera Barat

17 Tempat Wisata Pemandian Alam Air Terjun Pemandian Air Panas Di Sekitar Dekat Kota Padang Solok Pariaman Limapuluh Kota Tanah Datar Painan Sumatera Barat

Ads
Khanjadi Blog | Pesona alam Sumatera Barat tidak usah diragukan lagi. Berbagai wisata alam baik wisata berbasis pantai dan gunung semua ada disini. Wilayah yang berbukit dan berada disebelah barat deretan bukit barisan membuat Sumatera Barat khusussnya kota Padang Menjadi destinasi wisata baik skala nasional maupun internasional.

Setidaknya ada banyak lokasi wisata air terjun, pemandian alam dan pemandian air panas di Sumatera Barat silahkan disimak :

1. Air Terjun Lembah Harau


 Lembah Harau merupakan lembah yang subur terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Berada sekitar 138 km dari Padang dan sekitar 47 km dari Bukittinggi atau sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh dan 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota. Tempat ini dikelilingi batu granit terjal berwarna-warni dengan ketinggian 100 sampai 500 meter.Transportasi umum siap mengantarkan Anda yang datang melalui Bukittinggi. Menyewa minivan atau sepeda motor akan memastikan waktu berkunjung Anda di dataran tinggi Minangkabau lebih tepat. dan inilah salah satu lembah terindah di Indonesia.
Lembah Harau memiliki tebing-tebing curam setinggi 200 meter lebih dan air terjun bertuah. Tebing-tebing yang curam tersebut terdapat banyak air terjun yang sebenarnya adalah fenomena alam biasa. Di antara air-air terjun tersebut di Lembah Harau beberapa air terjun yang memiliki nama dan cukup indah untuk menjadi destinasi wisata. Istimewanya adalah bahwa air-air terjun atau sarasah-sarasah di Harau diyakini memiliki tuah atau khasiat jika membasuh muka atau mandi di sarasah tersebut.
Air terjun indah di lembah Harau tersebut adalah Sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai dan Sarasah Aie Angek, terdapat di komplek Sarasah Bunta. Kemudian di komplek Aka Barayun ada air terjun Sarasah Aka Barayun. Lainnya berada di Kawasan Rimbo Piopang yang belum tergarap karena rencananya akan dibangun taman safari di sana. Sarasah adalah sebutan untuk air terjun dalam bahasa lokal.
Kawasan Aka Barayun memiliki keindahan air terjun dan mempunyai kolam renang, memberikan nuansa alam yang asri. Memiliki potensi untuk pengembangan olah raga panjat tebing karena memiliki bukit batu vertikal terjal. Mempunyai lokasi yang bias memantulkan suara ( lembah echo). Lembah Echo saat ini sudah terdapat homestay yang cukup indah. Sarasah Aka Barayun dmenurut legenda masyarakat seputar Cagar Alam Lembah Harau dulunya diyakini sebagai Laut.

2. Air Terjun Batu Basurek


Air Terjun batu Basurek berada di  di Korong Ladang Rimbo,  Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai-Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Untuk menuju lokasi mata air  kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang eksotik dengan alam yang sangat asri.
Untuk mencapai Air Terjun Batu Basurek tersebut,  anda datang saja ke Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman. Ada harus menuju ke Korong Ladang Rimbo Nagari Sungai Sirah. Butuh waktu satu jam untuk mencapai lokasi Air Terjun tersebut. . Jalan menuju ke lokasi pun relatif landai, tetapi masih banyak semak belukar. Selain itu, dari Ladang Rimbo juga sudah dibuka jalan usaha tani yang mempersingkat jarak ke Air Terjun Batu Bersurek. Air terjun itu terdiri dari tiga tingkat dengan keunikan tersendiri pada masing-masing tingkat. Untuk mencapai ketingkat tiga butuh perjuangan, karenaya karena medannya lebih berat dengan jalan harus memutar.

Dari informasi yang berkembang, air terjun itu konon menyimpan misteri hingga masyarakat setempat menamainya Batu Bersurekt. Misteri itu dikabarkan berkaitan dengan kedatangan Bujang Sembilan ke air terjun itu dan meninggalkan pesan tertulis pada sebuah batu.

Legenda Bujang Sembilan ini disebutkan berkait dengan cerita tentang asal-usul terjadinya.


3. Air Terjun Lembah Anai


Menjelajahi Sumatera Barat melewati Padang Panjang, Bukit Tinggi, Batu Sangkar akan terlihat sajian pemandangan alam berupa air terjun. Lembah Anai namanya, sebuah maha karya agung Sang Pencipta yang akan membuat setiap mata terkagum-kagum saat melihatnya.
Saat melintas, hanya berjarak beberapa meter dari bahu jalan, setiap pengendara akan menyaksikan keindahan air yang tertumpah dari tebing yang tinggi. Tak jarang pengendara memilih untuk berhenti sejenak, beristirahat sambil menikmati keindahan Air Terjun Lembah Anai.Air Terjun Lembah Anai ini terletak di pinggir jalan raya trans Sumatera yang menjadi jalur transportasi antara kota Padang dengan Bukittinggi. Air terjun ini pun menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Sepuluh Koto Kabupaten Tanah Datar. Berjarak kurang lebih 60 kilometer dari kota Padang. Air terjun ini merupakan bagian dari aliran sungai Batang Lurah yang berhulu di atas Gunung Singgalang.
Mungkin belum banyak orang yang tahu bahwa air terjun yang berada di pinggir jalan ini hanyalah salah satu dari tujuh air terjun yang dimiliki oleh kawasan Cagar Alam Lembah Anai. Selain di dalam kawasan cagar alam ini, kita dapat menempuh perjalanan trekking selama sekitar 2 jam untuk dapat melihat keenam air terjun lainnya.
Untuk bisa menyaksikan keenam air terjun lainnya, pengunjung diharuskan berjalan kaki menyusuri cagar alam Lembah Anai selama kurang lebih dua jam. Jika lelah, tak ada salahnya untuk menepi sebentar dan mengamati pesona alam lebih lama. Rasa kagum akan bertambah saat menyaksikan bentangan alam yang mengelilingi air terjun indah ini.
Deretan perbukitan hijau di kaki Gunung Singgalang menjadi dinding alam yang seakan ingin menyembunyikan eksotisme air terjun setinggi kurang lebih 35 meter ini. Lihatlah pula rangkaian rel kereta tua yang berkelok melintas di atas jalan raya, yang letaknya tak jauh dari posisi air terjun. Komposisi pemandangan alam menjadi surga bagi mereka yang hobi berwisata di alam terbuka.
Tidak mengherankan, jika lalu lintas menuju ke kawasan ini selalu padat saat musim liburan tiba. Banyak masyarakat dari luar daerah yang tidak hanya sekadar melintas, tetapi merasa wajib untuk singgah dan menikmati keindahan alam yang dimiliki Lembah Anai.


4.Air Terjun Nyarai, Lubuk Alung


 Air Terjun Nyarai. Berada di Lubuk Alung Pariman, tempat ini jadi incaran pelancong ketika pelesiran ke Tanah Minang.
Air terjun setinggi delapan meter ini dikungkung tanaman hijau lebat, lengkap dengan batu-batu berukuran besar di tepian. Yang paling menarik di sini adalah kolam dengan air berwarna hijau yang ciptakan suasana segar nan teduh.
Dengan bentukan godaan yang demikian, hampir tak mungkin kamu bisa menolak untuk menceburkan diri ke kolam tepat di kaki air terjun. Bermain air dan merasakan segarnya tak terdengar seperti ide buruk, bukan? Belum lagi kamu bisa bergelantung di akar pohon yang menjuntai ke arah kolam.
Senyap nan sunyi, air terjun ini letaknya bisa dikatakan tersembunyi. Karenanya kamu harus menempuh jalur yang cukup berat sebelum sampai. Cukup menguras tenaga memang, namun pemandangan sepanjang jalan tak kalah menggoda. Dari petak persawahan, hingga rapat Hutan Lindung Gamaran, semua bisa dinikmati cantiknya.


5. Air Terjun Sarasah Ulu Gadut


 Kota Padang di Sumbar punya air terjun indah yang tersembunyi. Namanya air terjun Sarasah Ulu Gadut, yang bentuknya pun unik karena berupa bebatuan bertumpuk-tumpuk seperti piramida.

Air terjun yang ini berada di pedalaman hutan Bukit Sarasah, Desa Koto Baru, Ulu Gadut, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. Berjarak 17 km sebelah pusat  atau 2 km dari LIK Gadut dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.

Menurut ceritanya Air Terjun Sarasah Ulu Gadut ini disebut juga dengan Air Terjun Sarah Banyak Gariang. Dahulunya kolam air terjun tersebut banyak ikan Gariang, karena itu masyarakat Ulu Gadut memberi nama Air Terjun Sarasah Banyak Gariang yang berada di ketinggian sekitar 40 meter.

Menuju Air Terjun Sarasan Ulu Gadut sangat mudah dapat dilalui menggunakan kendaraan beroda dua dan empat namun baiknya menggunakan motor agar lebih mudah dan santai. Pada kesempatan itu saya bersama rekan komunitas mencoba menikmati indahnya air terjun tercantik di Kota Padang ini.

Perjalanan menuju air terjun dimulai dengan mengikuti jalan Raya Ulu Gadut hingga menemukan jalan yang berbatu. Kemudian sampai di posko sebelum jembatan kayu berwarna cat hijau yang memiliki atap seperti rumah. Pokoknya jalannya lurus saja mengikuti jalan utama. Bila ragu dapat bertanya kepada peduduk sekitar mereka akan dengan senang hati menunjukan arahnya.

Sesampainya di posko, kendaraan diparkirkan. Posko ini berupa rumah penduduk yang memiliki kedai. Cukup membayar uang masuk Rp 3000 per orang dan parkir Rp 2000 per motor, sudah bisa memulai perjalanan

Untuk sampai lokasi, hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja,  cukup mudah, sudah ada jalurnya, tidak ada jalan yang mendaki atau turunan tajam, hanya menyusuri perkebunan mayarakat. Ikuti saja jalan setapak hingga bertemu dengan aliran sungai. Jalannya lurus dan tidak ada persimpangan.

Kunci bila ingin menjelajah air terjun itu adalah cukup mengikuti aliran sungai pasti akan bertemu dengan sumbernya. Ketika bertemu dengan aliran sungai berarti semakin dekat dengan air terjun.

Dengan menyusuri aliran sungai akan bertemu dengan air terjun bila cuaca sedang bagus, namun bila cuaca kurang baik, bagusnya melewati perkebunan masyarakat yang berada di tepian sungai. Untuk sampai ke air terjun tersebut dapat memakan waktu kurang lebih 1,5 jam dengan jarak tempuh kira-kira 6 km.

Sesampainya di lokasi akan disambut dengan pemandangan air yang terjun yang menakjubkan. Panorama jutaan kubik air yang menghempas bebatuan begitu mempesonannya dan jatuh menyebar ke segala arah.

Wajar saja dikatakan cantik, sebab air berjatuhan melewati bebatuan yang berbentuk seperti kubus menumpuk layaknya bangunan piramida.  Air terjun ini merupakan Air Terjun Sarasah Ulu Gadut tingkat pertama dengan ketinggian sekitar 6-8 m.

Air Terjun Sarasah Ulu Gadut sebenernya memiliki 7 tingkatan dan masing-masing tingkatan tersebut memiliki jalur tersendiri. Dari air terjun tingkat pertama ini akan terlihat air yang mengalir lurus dari kejauhan yang merupakan Air Terjun Sarasah Ulu Gadut tingkat kedua.

Untuk bisa sampai ke sana cukup mudah dengan menaiki bebatuan dari air terjun tingkat pertama. Ketinggian air terjun ini sekitar 10-15 meter dan memiliki sebuah kolam.  Jika telah sampai di lokasi, harus hati-hati karena bebatuan di air terjun ini yang licin dan berlumut. Pengunjung biasanya bila datang ke Air Terjun Sarasah Ulu Gadut ini hanya sampai tingkat pertama dan kedua.

Tak banyak yang mau mengeksplore lagi hingga ke tingkat ketujuh sebab trackingnya cukup sulit dan memacu adrenalin. Saat itu saya berhasil semua tingkatan air terjun ini. Untuk bisa sampai ke tingkatan paling tinggi dapat menaiki dan menyusuri tebing yang kemiringannya cukup menantang kira-kira di atas 50 derajat. Jalanan cukup licin dan berbatu. Perlu konsentrasi yang ekstra saat melewatinya.

Rugi rasanya bila tidak bermain air dan mandi di bawah kucuran air terjun yang mengenai badan. Sungguh menyegarkan. Begitu juga kurang lengkap bila tidak mengabadikan momen berlatarkan air terjun dan diunggah ke sosial media.

Air Terjun Sarasah Ulu Gadut merupakan salah satu objek wisata alam yang bisa menjadi alternatif untuk berlibur melepaskan penat terutama bagi mereka yang hobi tracking dan berpetualang. Penasaran? 


6. Air terjun Lubuk Hitam


Air terjun dengan ketinggian > 600 m di atas permukaan laut ini terletak di kaki Bukit Barisan, Bungus, di jalan Padang menuju Pesisir Selatan. Tepatnya, dari Padang, sesudah Polsek Bungus, lalu belok kiri, ada jalan beton, menempuh perjalanan sekitar 5 menit dari jalan besar (dengan kendaraan bermotor). Disini tersedia tempat parkir dengan biaya Rp 5.000,-. Selanjutnya, kita perlu berjalan kaki sekitar 15 menit dari kaki bukit ke lokasi air terjun. Perkiraan waktu ini buat yang terbiasa hiking/mendaki, yang tidak terbiasa biasanya membutuhkan waktu lebih. Karena, kita mesti berjalan kaki dan mendaki (sedikit curam). Namun, untuk viewnya, dilihat ke arah belakang, tampak pemandangan Bungus dan laut nan elok.
Dulu saya di tahun 2012 dimana wisata ini masih belum familiar, hanya penduduk sekitar atau orang-orang tertentu yang hobby saja yang datang ke lokasi ini. Saat itu (2012), disana belum ada yang jualan ataupun fasilitas lainnya, masih sangat pure natural. Jadi, mesti bawa bekal, makan di dekat sana memberi nuansa alam. Menurutnya, waktu yang paling bagus untuk kesini adalah pagi hari.
Tempat ini memang lebih dikenal dengan nama Air Terjun Lubuk Hitam, namun orang Bungus Teluk Kabung menamainya dengan Aia Tajun Tigo Tingkek Lubuak Itam, karena memiliki 3 tingkatan. Anda bisa melihat tingkatan ketiga saat melalukan perjalanan Padang – Pesisir Selatan, menoleh saja ke sebelah kiri, terlihat jelas dari jalan besar, sangat indah.


7. Air Terjun Timbulun Painan


Kawasan Wisata Mandeh, Pantai Carocok dan Jembatan Akar adalah beberapa destinasi yang menjadi wajah pariwisata Pesisir Selatan. Bagi anda yang bosan dengan wisata ke pantai, bisa mencoba ke Air Terjun Timbulun. Terletak di kerindangan pepohonan dan dominasi warna hijau tentunya menyejukan mata dan hati bukan?
Air Terjun timbulun atau yang juga dikenal dengan air terjun 7 tingkat ini berada tepatnya di Painan. Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dari kota Padang. Dari pusat kota Painan, hanya berjarak 4 kilometer. Perjalanan yang cukup panjang memang, tapi semua penat dan lelah akan terbayar lunas ketika anda mulai menapaki jalan menuju air terjun.
Air terjun Timbulun memiliki 7 tingakatan dengan masing masing tingkatan memiliki kolam. Jika ingin mendapatkan pemandangan paling bagus, ada baiknya mencoba naik ke ingkatan ketiga. Disini terdapat air tejun yang paling tinggi, deras dan air berwarna hijau mencolok. Sayangnya, akses ke air terjun ketiga ini licin dan berbatu tajam. Sehingga harus ekstra hati-hati untuk bisa mencapai tingkatan ketiga ini.


8. Air Terjun Ngungun Saok


Air Terjung Ngungun Saok terletak disebuah bukit di Lubuk Minturun, untuk sampai ke lokasi tersebut pengunjung harus sedikit mengeluarkan tenaga exstra karena akses jalan ke lokasi tersebut hanya berupa jalan berbatu tanpa dilapisi aspal.
Untuk sampai ke air terjun Air Terjun Ngungun Saok, sekitar 5 menit dari gerbang masuk Lubuk Minturun saat menjumpai pertigaan, langsung belok kiri menuju kolam renang ABG. Sekitar 2 km dari kolam renang ABG perjalanan masih terasa mulus dengan jalan beraspal. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama. Jalan beraspal hanya sampai separuh jalan menuju Air Terjun Ngungun Saok, selanjutnya melewati jalan berbatu. Tak sedikit tanjakan serta penurunan berbatu yang harus dilewati, panjang jalan berbatu ini berkisar antara 2 km.
Tak lama berselang akan menemui pos satu yang dijaga oleh pemuda setempat, yang memungut biaya sebesar Rp. 5000,- per orang. Selepas membayar tiket masuk perjalanan dilanjutkan sekitar 1 km dengan kondisi jalan yang sama bahkan lebih parah dengan pendakian serta penurunannya yang mencapai sudut 40 derajat.
Lebih kurang 15 menit perjalanan sampai pada lokasi parkir yang disediakan masyarakat setempat. Kendaraan di tinggalkan disini dengan membayar uang parkir sebesar Rp. 3000,-. Untuk mencapai Air Terjun Ngungun Saok masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki.
Setelah melakukan pendakian dengan berjalan kaki, sampailah disebuah papan penunjuk arah yang menandakan perjalanan menuju Air Terjun Ngungun Saok. Perjalanan masih harus diteruskan dengan menuruni tebing curam berbatu dan tanah yang licin.


9. Air Terjun Lubuak Tampuruang


Air Terjun Lubuak Tampuruang terletak di Balimbiang, Kecamatan Kuranji, Padang.  Objek ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Padang. Untuk sampai ke sana, bisa menggunakan motor ataupun mobil.
Dari arah Kota Padang temans langsung menuju daerah Kuranji dengan melewati Jalan Raya Balimbiang. Temans tak perlu khawatir sebab kondisi jalan hingga ke gerbang objek wisata ini sudah mulus dan diperbaiki pemerintah setempat pada Desember 2015 lalu. Sejak diperbaiki wisatawan bisa memarkir kendaraan langsung di pintu gerbang.Air terjun dengan ketinggian sekitar 15 meter itu punya debit air yang lumayan besar. Airnya juga jernih dan segar. Nah yang membuat air terjun ini diberi nama Lubuak Tampuruang adalah bentuk tempat jatuhnya air terjun yang menyerupai tampuruang (batok kelapa). Selain lubuak utama juga ada beberapa lubuak lain di aliran air terjun ini yang bisa dijadikan tempat mandi dan berenang.


10. Pemandian alam Pincuran Tujuh


 Pincuran 7 atau Air Terjun 7 tingkat namanya. Tempatnya cukup jauh dari pusat kota sekitar 25 km dengan waktu tempuh 50-60 menit. Berlokasi di kawasan Agrowisata Lubuk Minturun tepatnya di daerah Aie Dingin, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat.

Mengingat Kota Padang dipagari oleh Bukit Barisan yang membentang di sebelah timur sehingga banyak air terjun yang tersembunyi. Menuju air terjun ini tidak sulit dan akses jalan sangat baik.

Perjalanan dimulai dari gerbang kawasan Agrowisata Lubuk Minturun diteruskan ke jalan pemandian ABG setelah itu ikuti jalan hingga sampai pada titik jalan yang berbatu dan tidak beraspal. Kemudian nanti ada satu pondok dan masyarakat sekitar yang bertanya dan memberitahu tempatnya.

Kemudian kendaraan saya parkirkan ditempat yang telah disediakan. Masuk ke lokasi membayar sejumlah retributsi sebesar Rp 5.000 per orang dan parkir Rp 3.000 per kendaraan. Baiknya ke Pincuran 7 ini menggunakan motor agar lebih mudah.

Saat menjelajah kala itu saya bersama seorang teman. Keberadaan air terjun ini memang cukup jauh dari pemukiman warga, bahkan letaknya bisa di tengah hutan. Dari tempat penitipan motor hingga lokasi air terjun memakan waktu kira-kira 15-20 menit dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Meski berada di tengah hutan dan jauh dari keramaian ternyata ada sinyal lho. Sesuai namanya, Pincuran 7 ini memiliki 7 tingkatan. Pincuran ini artinya sama dengan sarasah atau aie tajun atau dalam bahasa indonesianya Air terjun.

Namun sebagian orang menyembut dengan tempat ini dengan nama air terjun 100 tingkat, mungkin karena banyak air terjunnya sehingga dijuluki seperti itu. Pincuran 7 ini berada di daerah ketinggian terlihat panorama Kota Padang dan lautan dari sini.

Dikelilingi oleh pohon tropis yang tinggi dan cukup lebat. Namun terlihat juga banyak kayu yang terbawa air ketika hujan lebat. Sepertinya di daerah ini sering terjadi banjir bandang.

Suasananya masih asri dan berhawa sejuk. Banyak dijumpai hewan pengerat, kupu-kupu, capung bahkan bertemu dengan monyet hutan. Pincuran 7 ini belum begitu dikenal oleh masyarakat umumnya di Kota Padang. Masih minim sarana dan prasarannnya. Tidak ada tempat ganti, toliet dan aksesnya masih mengguankan jalan setapak sebab berada di dalam hutan.

Ketika menjelajah ke Pincuran 7 harus juga diperhatikan kondisi cuaca sebab bila dalam kondisi mendung lebh baik tidak usah pergi ke lokasi air terjun. Untuk menghindari terjadinya air bah yang datang tiba-tiba. Jangan meninggalkan sampah plastik dan merusak lingkungan di sana.

Manfaatkan hari liburmu dengan mencoba menyusuri tempat yang baru dan menjelajah keindahan air terjun yang masih asri dan menyegarkan. Tentunya, Pincuran 7 ini dapat menjadi alternatif dalam menikmati keindahan alam di Kota Padang. 
 

11.Pemandian alam Lubuk Bonta Sicincin Pariaman


 “Lubuk Bonta”. Pemandian ini sudah terkenal sejak lama, bahkan sejak era 70-an tempat ini selalu rami dikunjungi oleh wisatawan maupun masyarakat setempat. Mereka yang datang kesini tidak hanya menikmati segarnya mandi di dalam kolam, tetapi banyak juga yang datang ke sini dengan tujuan berfoto karena tempat ini memang terkesan sangat indah dan masih alami. Selain itu pemandian Lubuk Bonta ini juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat balimau yang merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Minangkabau dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan yang diwariskan secara turun-temurun.

Hal yang paling menarik dari Lubuk Bonta ini adalah kolam (lubuak) yang terbentuk secara alami. Karena lokasinya yang berada di pinggang Gunung Tandikat, maka kondisi airnya sangat jernih, bersih dan tentunya menyegarkan. Keindahan kolam juga dihiasi dengan adanya sebuah air terjun kecil yang begitu indah. Kalau dunsanak berkunjung ke sini, dijamin akan terkagum-kagum melihat airnya yang berwarna biru kehijauan dan tidak sabar untuk melompat ke sana. Tidak hanya kolamnya yang bening, kita juga akan terpesona dengan keasrian alam disekitarnya yang masih sangat terjaga.

Keberadaan Lubuk Bonta ini tidak hanya memikat hati para pencinta alam saja, tempat ini juga sangat cocok bagi kamu yang mencintai fotografi. Lubuk Bonta merupakan spot yang sangat cocok untuk menciptakan foto yang menyatu dengan alam. Di sini kita juga bisa melakukan foto underwater dengan hasil foto yang sangat unik. Jadi, jika dunsanak berkunjung ke tempat ini 


12. Air Terjun Lubuak Ngaluan


 Air Terjun Lubuak Ngalauan memilik pesona alam yang memikat. Pengunjung dapat bermain air, berenang atau loncat dari ketinggian atau cliff jumping.

Air Terjun Lubuak Ngalauan atau dikenal dengan Sarasah Lubuak Rantiang berada di kawasan Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Air terjun ini berada sekitar 25 km dari pusat kota.

Disebut lubuak karena air terjun ini seperti memiliki kolam di aliran sungainya. Di sini juga menjadi tempat untuk bermain mobil offroad dan motor trail.

Tidak banyak yang tahu keberadaan air terjun di Sungai Bangek ini dan perjalanan kali ini telah mengantarkan saya melihat keindahan air terjun tersebut. Saya dengan rombongan yang berjumlah 12 orang ini mulai penjelajahan.

Akses jalannya ada yang sudah di aspal dan masih berbatuan. Ikuti saja jalan yang sudah ada dan rutenya menuju kampus IAIN Imam Bonjol baru dengan jalan yang masih berbatu.

Kemudian belok ke kiri dan turun menyusuri tepian sungai yang ada di sebalah kirinya hingga akhirnya sampai di lokasi tempat penitipan kendaraan di warung milik warga yang bernama Pondok Subangek.

Tidak ada yang mudah untuk mencapai lokasi air terjun yang berada di pedalaman hutan dan di perbukitan. Biasanya hanya dapat dilalui dengan treking. Setidaknya harus melewati sungai 4 kali. Menaiki dan menuruni bukit, masuk kedalam hutan tropis basah yang masih rimbun dan banyak pacet.

Selama hampir 1 jam perjalanan telah dilalui, hingga akhirnya sampai di lokasi air terjun. Rasa letih ini terbayarkan, ketika melihat deburan air yang jatuh dari ketinggian sekitar 6 meter. Air terjunnya luar biasa dingin dan jernih.

Menyegarkan sekali, pengunjung dapat bermain air, berenang atau yang suka tantangan bisa loncat dari ketinggian (cliff jumping). Karena air terjun ini memilik kolam berwarna hijau yang luas sangat luas dan sangat dalam sekali.

Bagaimana pun juga menjelajah ke air terjun itu harus basah-basah. Di sana ada pembatas antara area yang dalam dan sedang mengunakan rotan yang membentang panjang di sekitar kolamnya. Hati-hati bebatuan di sini sangat licin.

Tempat ini tentunya masih asri dan berada di dalam hutan. Namun, masih saja ada pengunjung yang membuang sampah plastik sembarangan dan tidak terelakan aksi vandalisme pada bebatuan di sekitar air terjun yang tentunya merusak keindahan.

Menikmati keindahan alam memang tidak akan pernah ada puasnya. Namun, mengingat perjalanan pulang yang cukup panjang dan waktu kian sore, akhirnya jelajah nagari awak kali ini usai.

13. Pemandian Alam Lubuk Paraku


 Lubuak Paraku bagi masyarakat Kota Padang sudah tidak asing lagi. Mendengar namanya saja akan langsung tertuju kepada pemandian alam yang menjadi legendaris itu. Dulu, pemandian ini begitu kesohornya. Lubuak Paraku yang sebagai objek wisata alam ini begitu ramainya dikunjungi.

Tidak hanya, ketika musim liburan tiba atau saat Balimau menyambut bulan Ramadan saja, namun hari biasa juga ada yang mencoba menikmati pemandian alam ini. Walau pamornya mulai meredup, lantaran kalah tenar dengan objek wisata alam lainnya seperti pantai atau pulau.

Nah, bagi yang sedang berlibur di Kota Padang dapat mencoba sensasi pemandian alam Lubuk Paraku yang memiliki sumber air dari hulu Sungai Lubuak Paraku yang berasal dari hutan di perbukitan Bukit Barisan dan berada di ketinggian sekitar 500-700 mdpl. Lubuak Paraku berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat.

Sudah lama kawasan Lubuak Paraku ini ditetapkan sebagai objek wisata alam yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bermain air. Tak hanya itu, aliran airnya juga dimanfaatkan  sebagai sumber air dan pembangkit listrik tenaga air oleh PT. Semen Padang sejak tahun 1910 dan bermuara ke Pelabuhan Muaro di Sungai Batang Arau hingga menuju Samudera Hindia.

Berada di kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya Bung Hatta, pemandian ini menjadi sangat mudah untuk ditelusurinya. Sekitar 25 km ke arah timur dari pusat kota dan berada di jalan provinsi antara Kota Padang dan Kabupaten Solok tepatnya pada kilometer 15. Persis sekali berada pada tikungan sebelum memasuki tanjakan ke panorama Sitinjau Lauik. Bila menggunakan kendaraan sekitar 30-50 menit dari perjalanan dari pusat kota.

Sebelum sampai ke lokasi, kita akan melewati gerbang begonjong dengan tinggi kira-kira 2 meter dan lebarnya cukup untuk lewat satu mobil. Sebenarnya sebelum menuju lokasi di depan jalan masuk sudah terdapat tugu yang bertulisakan Selamat Datang Kawasan Di Kawasan Objek Wisata Lubuak Paraku Padang, namum masyarakat banyak yang tidak menyadari itu.

Memasuki lokasi pemandian, kita akan membayar tiket masuk sebesar Rp5 ribu per orang. Akses jalannya sudah beton, namun terdapat beberapa bagian yang jalannya berlubang. Dengan mengikuti jalan saja kita akan dituntun langsung menuju pemandian ini.

Lokasinya sendiri berada di dalam dekat rumah penduduk. Memang mudah untuk berkunjung ke sini, tidak jauh dari jalan raya sekitar 500 meter dan aksesnya mudah tidak seperti pemandian alam lainnya yang dimiliki Kota Padang. Harus memakan waktu yang cukup lama untuk sampai ke lokasinya.

Mata akan tertuju pada lubuak jernih yang berwarna biru itu. Lubuak menyerupai kolam yang sebenarnya merupakan palung di tengah aliran sungai yang terbentuk dari aliran air yang mengguyur deras di atasnya. Biasanya menjadi tempat ikan-ikan berkumpul.

Dengan dipagari oleh bebatuan besar dan aliran sungainya terlihat tenang serta tidak begitu deras. Dikelilingi pepohonan yang rindang, hijau sangat menyejukan mata. Terlebih jika matahari bersinar terik menembus dasar kolam yang penuh bebatuan kecil itu. Sunggung perpaduan yang sangat cantik. Inilah Lubuk Paraku itu, yang dimanfaaatkan masyarakat untuk tempat pemandian.

Kabarnya terdapat beberapa jenis ikan hidup di sungai ini seperti ikan Gariang, ikan Mungkuih dan satu spesies belut besar yang panjangnya mencapai ukuran 1 meter. Namun, ketika saya berkunjung tidak menemukan satupun ikan yang berlari-lari di sekiar pemandian ini, mungkin belum beruntung. Hehe

Gemericik air dan hamparan lubuak yang jernih itu sungguh menggoda untuk membasahkan badan. Tidak bermain air, tidak akan seru bila ke Lubuk Paraku ini. Suasannya yang masih alami penuh pepohonan, sejuk, airnya yang dingin dan tenang seakan berada di pemandian milik pribadi. Bahkan sangat beruntung sekali, di sini banyak sekali kupu-kupu yang berkeliaran menandakan daerah yang merupakah kawasan hutan sekunder ini masih terjaga keasriannya.

Di sana kita dapat bermain air sambil mandi-mandi, berenang santai dan tidak lupa juga mencoba terjun bebas ke dalam lubuak yang kabarnya kedalamannya 3-4 meter itu menjadi hal yang wajib untuk dicoba bila ke tempat ini. Baiknya bila ingin pergi ke sini ketika cuaca sedang cerah dan pagi hari agar dapat merasakan sensasinya mandi dalam air es.

Dulu, sepanjang aliran sungai Lubuak Paraku ini terdapat banyak sekali batu-batu besar. Namun sekitar tahun 1970-an, batu-batu besar di sini diambil untuk membuat pemecah ombak di pantai Kota Padang. Hasilnya, kini tidak terdapat begitu banyak batu besar , justru memberikan keuntungan karena semakin banyak tempat yang bisa digunakan untuk berenang.


14. Pemandian air panas Bukik Gadang gunung Talang


Pemendian ini terletak di Kaki Gunung Talang yang terdapat di Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, kurang lebih 80 km dari kota Padang. Warga setempat pemandian ini memiliki banyak khasiat yang bisa menyehatkan tubuh anda yang mandi disana.
Air panas yang berasal dari kaki gunung diyakini memiliki khasiat yang hebat untuk menyembuhkan penyakit. Dengan mandi dan berendam di air panas, dapat menyembuhkan beberapa penyakit, antara lain reumatik, penyakit kulit dan memperlancar peredaran darah dalam tubuh.
Keistimewaan lain yang dimiliki pemandian air panas bukik gadang ini adalah biaya masuk yang sangat terjangkau, yaitu Rp. 5.000, sehingga anda tidak akan khawatir anda tidak akan kehilangan kocek yang banyak.  Tempat pemandian ini memiliki fasilitas yang baik untuk laki-laki dan perempuan, yakni tempat pemandian yang terpisah. Hal ini membuat pria dan wanita merasa nyaman untuk mandi di tempat pemandian umum.
Pemandian air panas khusus laki-laki memiliki 10 pancuran yang mengalirkan air panas langsung dari gunung talang, serta ruang ganti untuk berganti pakaian, sedangkan pada tempat khusus wanita tersedia 5 pancuran air panas dan kolam kosong untuk mandi serta ruang ganti. Pemandian ini sudah dikelola dengan baik sehingga pengunjung akan merasa puas dan akan ketagihan. Kebersihan yang selalu dijaga juga menjadi daya tarik tempat ini.
Pemandian air panas bukik gadang memiliki suhu air panas sekitar 380C. Suhu ini sangat cocok untuk merelaksasikan tubuh, juga sangat pas untuk melancarkan peredaran darah sehingga mengembalikan fungsi organ yang sedikit terhambat. Serta dapat membuat kita terlihat awet muda karena memiliki pasokan oksigen yang cukup.
Bawalah pakaian ganti dan peralatan mandi sendiri saat berkunjung kesini. Mengunjungi air panas bukik gadang bisa anda lakukan bersama keluarga anda, sehingga akan menjadi liburan keluarga yang menyenangkan. Selain dapat berlibur ke pemandian air panas bukik gadang gunung Talang anda juga mendapat keuntungan yaitu kesehatan badan yang menjadai bugar kembali.


15. Pemandian Alam Lubuak Rantiang



Baru-baru ini kami menjelajah seputaran koto tangah, yaitu Sungai Bangek. Sungai bangek mungkin sudah hampir seluruh warga Kota Padang mengetahuinya. Tapi beda dengan lokasi yang kami kunjungi, yang menurut salah seorang warga, namanya Lubuak Rantiang.
Di sini kami menemukan salah satu objek yang wajib di publikasikan. Lokasinya tidak jauh dari pemandian Sungai Bangek. Kira-kira sekitar 1 jam perjalanan, itu pun di karenakan medan yang kita tempuh masih agak sedikit exstream. Karena belum ada pembenahan dan belum ada yang tau tentang tempat ini.
Sepanjang perjalanan kita kemaren, ada 2 lokasi air terjun yang begitu indah, dan sepertinya masih ada beberapa lagi yang tersembunyi di atas sana. Nantikan kelanjutannya setelah kami menjajakinya kembali. 

16. Air Terjun Lubuk Batang

Air Terjun Lubuk Batang memang belum terekspos ke masyarakat luas, hanya warga sekitar saja yang tahu karena tempatnya yang tersembunyi dan jauh dari akses jalan utama. Air terjun ini memang unik dan indah.
Unik dikarenakan terletak di antara dua tebing batu yang mengapit dan ada pasirnya di tengah-tengah lokasi air terjun dan pasirnya sama halnya dengan pasir pantai yaitu putih bersih dan halus hingga kita bisa membenamkan diri di dalamnya bahkan bisa buat kemping dilokasi ini, unik banget.Untuk mencapai Air Terjun Lubuk Batang ini memang membutuhkan kerja keras. Dari Kota Padang ke lokasi memerlukan waktu 6 jam dan itu baru di lokasi tempat parkir mobil. Sementara itu dari lokasi parkir kita harus menyewa motor menuju ke lokasi air terjun dengan sewa Rp. 50.000 per orang. Tetapi, ada juga yang bawa motor sendiri, padahal jalan yang ditempuh adalah jalan hutan setapak yang hanya bisa dilewati oleh motor yang khusus buat jalan sulit atau yang bisa masuk hutan.

17. Sarasah Donat

  Sarasah Donat merupakan air terjun yang terletak di Desa Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Desa ini dapat ditempuh dalam waktu ± 30 menit dari kota Payakumbuh atau ± 15 menit dari Kelok 9. Setelah kantor Bupati Kab. 50 Kota, terdapat gerbang yang bertuliskan “Selamat Datang di Harau Resort”.
 Setelah masuk gerbang dan meneruskan perjalanan sekitar 15 menit dengan kendaraan, kita harus berbelok kekiri saat menemukan plang SMPN 3 Tarantang. Disini kita akan melewati jalan yang belum di aspal. Tidak jauh kedalam, pengunjung akan lihat air terjun pertama yang akan menyambut kedatangan para pengunjung dan itu berarti perjalanan sesungguhnya akan dimulai. Pengunjung bisa menitipkan motor di rumah warga setempat.

Baca juga:

Advertisement
4:54 PM
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments